CampusNet – Tragedi kemanusiaan mengguncang selatan Iran setelah sebuah sekolah di wilayah Minab, Provinsi Hormozgan, dilaporkan hancur akibat serangan rudal yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat dan Israel. Media pemerintah Iran menyebutkan sedikitnya 153 orang meninggal dunia, termasuk anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan belajar saat serangan terjadi.
Menurut laporan otoritas setempat, rudal menghantam kompleks pendidikan pada jam sekolah aktif. Bangunan dilaporkan runtuh sebagian, menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta puluhan korban luka. Tim penyelamat bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban dari puing-puing bangunan, sementara keluarga korban berkumpul di sekitar lokasi dalam suasana duka mendalam.
Pemerintah Iran mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Fasilitas pendidikan, sebagaimana fasilitas sipil lainnya, seharusnya berada di luar target militer dalam konflik bersenjata. Insiden ini mempertegas meningkatnya dampak perang terhadap warga sipil, khususnya anak-anak.
Serangan di Minab terjadi di tengah eskalasi konflik yang kian meluas di kawasan Timur Tengah. Ketegangan meningkat sejak rangkaian operasi militer terbaru yang menargetkan sejumlah titik strategis di Iran. Situasi tersebut memicu aksi balasan dan memperluas radius konflik hingga ke negara-negara Teluk.
Komunitas internasional kini menyoroti urgensi perlindungan warga sipil di tengah konflik yang terus berkembang. Sementara itu, otoritas Iran menyatakan akan mengambil langkah lanjutan sebagai respons atas insiden yang disebut sebagai salah satu tragedi paling mematikan terhadap fasilitas pendidikan dalam eskalasi terbaru ini.
Perkembangan situasi masih berlangsung dan angka korban berpotensi bertambah seiring proses evakuasi dan identifikasi yang terus dilakukan.


