UGM Bangun 100 Huntara di Aceh Utara dan Latih Warga Keterampilan Konstruksi

CampusNet – Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan perannya yang aktif dalam pemulihan pascabanjir di Aceh Utara, Sumatera, dengan meluncurkan program pembangunan 100 unit hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Lebih dari sekadar membangun rumah darurat, UGM juga membekali warga lokal dengan pelatihan keterampilan konstruksi agar mereka bisa terlibat langsung dalam proses pembangunan.

Keikutsertaan Warga sebagai Kunci Pemulihan

Pendekatan yang diambil UGM berfokus pada pemberdayaan masyarakat setempat. Pada akhir Desember 2025, tim relawan dari Fakultas Teknik UGM mengadakan pelatihan konstruksi kayu sederhana untuk warga Desa Geudumbak dan sekitarnya. Pelatihan ini dirancang agar warga memahami teknik pembuatan hunian sementara sesuai desain yang digunakan, sehingga mereka siap membangun sendiri huntara di lingkungan mereka.

Desain huntara yang dipilih memiliki ukuran sederhana (sekitar 6 × 6 meter), mudah dibangun, dan bisa diselesaikan dengan cepat. Pendekatan ini juga memperkuat rasa kepemilikan warga terhadap rumahnya sendiri, sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam konstruksi.

Kolaborasi dengan Rumah Zakat

Program pembangunan huntara tidak berjalan sendirian. UGM bekerja sama dengan Rumah Zakat dalam pendanaan dan penyediaan kebutuhan dasar selama proses pembangunan. Kolaborasi ini membantu memastikan bahwa huntara tidak hanya cepat berdiri, tetapi juga layak huni, aman, dan mendukung proses pemulihan bagi keluarga penyintas banjir.

Tidak hanya sebagai tempat berlindung sementara, keberadaan huntara juga membuka peluang bagi warga untuk mendapatkan keterampilan baru yang dapat berguna di masa depan. Pelatihan konstruksi ini memberi pengalaman praktis yang berpotensi meningkatkan kemampuan kerja warga di sektor pembangunan.

Dampak Positif bagi Warga dan Pemulihan Komunitas

Program pembangunan huntara oleh UGM tidak hanya menyentuh aspek fisik saat bencana, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Keterlibatan warga langsung dalam pembangunan dan pelatihan keterampilan memberi dampak ganda:

Pemulihan tempat tinggal yang layak bagi keluarga yang kehilangan rumah.
Peningkatan keterampilan teknis warga, yang bisa menjadi modal ekonomi baru pascabanjir.
Rasa memiliki dan kebersamaan dalam komunitas, karena warga ikut serta membangun hunian mereka sendiri.

Harapan ke Depan

Upaya ini sekaligus mencerminkan pendekatan holistik dalam menghadapi dampak bencana alam. Dengan memberdayakan masyarakat secara langsung, UGM tidak hanya membantu membangun hunian sementara, tetapi juga memperkuat fondasi komunitas pascabencana — dari sisi keterampilan, keterlibatan sosial, dan kesiapan warga untuk masa depan yang lebih mandiri.

Baca juga: UGM Bentuk Emergency Response Unit untuk Bantu Korban Bencana di Sumatera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok