CampusNet – Universitas Indonesia (UI) secara resmi membuka Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial mulai tahun akademik 2026/2027 sebagai pilihan studi baru bagi calon mahasiswa. Pengumuman ini disampaikan melalui akun resmi universitas, menandai langkah strategis UI dalam menguatkan pendidikan tinggi di bidang teknologi canggih dan transformasi digital.
Prodi ini dikenal sebagai Prodiska UI dan berada di bawah Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom UI). Pendirian prodi telah disetujui oleh Senat Akademik UI pada Oktober 2025 sebagai respons terhadap kebutuhan tenaga profesional di era kecerdasan buatan.
Tujuan dan Strategi Program Studi Kecerdasan Artifisial UI
Program Studi Kecerdasan Artifisial dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang teknologi AI dan siap berkontribusi pada transformasi digital nasional. Kurikulum disusun mengacu pada standar nasional dan internasional, serta bekerja sama dengan industri, pemerintah, dan lembaga riset untuk memperkuat relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Kurikulum dan Mata Kuliah yang Ditawarkan
Mahasiswa yang memilih prodi ini akan mempelajari beragam kompetensi penting dalam kecerdasan artifisial, mulai dari teknik pemodelan hingga penerapan sistem cerdas. Berdasarkan informasi resmi dari Fasilkom UI, beberapa mata kuliah inti yang akan diajarkan antara lain:
- AI Product Design
- Architecture, Engineering, and Operations of AI Applications (AI/MLOps)
- Foundations of Data Engineering
- AI Ethics
- Knowledge Representation & Reasoning
- Search & Optimization
- Generative AI
Selain itu, terdapat mata kuliah pilihan yang dapat diambil mahasiswa sesuai minat, seperti:
AI Databases, Reinforcement Learning, Speech Processing, Quantitative Forecasting, Network Science, dan Web Search & Retrieval.
Perubahan Fokus di Fakultas Ilmu Komputer UI
Sebelumnya, kecerdasan artifisial merupakan peminatan dalam Prodi Ilmu Komputer UI. Dengan hadirnya program studi baru ini, fokus Prodi Ilmu Komputer akan beralih pada penguatan fondasi ilmu komputer umum, sistem perangkat keras, dan rekayasa perangkat lunak, sambil tetap membuka jalur minor bagi mahasiswa yang ingin mendalami AI.
Dengan demikian, Fasilkom UI kini memiliki tiga program studi sarjana, yaitu Ilmu Komputer, Sistem Informasi, dan Kecerdasan Artifisial.
Peluang Karier Lulusan Prodi Kecerdasan Artifisial
Lulusan dari Program Studi Kecerdasan Artifisial UI dipersiapkan untuk memasuki berbagai sektor yang membutuhkan keahlian AI, termasuk teknologi informasi, telekomunikasi, kesehatan, sektor industri, penelitian, dan layanan digital. Kompetensi yang diperoleh juga berpotensi membuka peluang kerja sebagai ahli AI, insinyur sistem cerdas, dan perancang solusi teknologi inovatif sesuai kebutuhan global.
Kesimpulan
Pembukaan Program Studi Sarjana Kecerdasan Artifisial di Universitas Indonesia merupakan langkah penting untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia unggul di era digital. Dengan kurikulum berbasis kompetensi dan kolaborasi lintas sektor, prodi ini menjadi pilihan strategis bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang teknologi dan kecerdasan buatan.


