Campusnet – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melakukan inisiasi penguatan riset di bidang pangan, kesehatan, dan obat-obatan. Melansir akun Instagram @kemdiktisaintek.ri, Menteri Brian melakukan pertemuan dengan kepala BPOM, Taruna Ikrar untuk membahas kerja sama penelitian dari tahap awal hingga hilirisasi.
Diskusi yang dilaksanakan di kantor Kemendiktisaintek ini dihadiri oleh staf kementerian pendidikan tinggi, sains, dan teknologi serta kolega-kolega dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Tujuan adanya kerja sama ini adalah untuk memermudah riset dan inovasi dari berbagai pihak seperti perguruan tinggi, industri, maupun pemegang regulasi. Riset-riset ini nantinya akan menjadi komponen dalam mendorong kemandirian bangsa.

Pembahasan Kerja Sama
Dalam pertemuan ini, BPOM sepakat untuk mendampingi riset perguruan tinggi, industri, dan regulator sejak perencanaan, pengujian dan hilirisasi. BPOM nantinya akan mengawasi dan membantu proses ini sesuai standar untuk memercepat inovasi di sektor-sektor tersebut. Adapun bidang-bidang yang menjadi area riset seperti obat, makanan, dan kesehatan nantinya memilik arah yang jelas dan mendapatkan sertifikasi dari BPOM.
Bentuk Kerja Sama
Ke depannya, perguruan tinggi, industri, dan regulator bisa mendapat kemudahan dalam riset di bidang-bidang terkait. Tentunya penelitian ini memudahkan beberapa pihak, terutama perguruan tinggi yang mengharapkan penelitian mereka tidak hanya menjadi sekadar “penelitian”. Penelitian yang diawasi oleh kementerian dan BPOM nantinya akan menjadi inovasi yang mendorong kemandirian bangsa. Selain itu, ekosistem riset yang sehat dan terintegrasi inilah yang diharapkan jadi langkah awal dalam perkembangan inovasi di Indonesia.
Opini
Hilirisasi riset oleh kemdiktisaintek merupakan program yang bisa mendorong berbagai pihak untuk memermudah proses riset di berbagai bidang. Pihak-pihak perguruan tinggi seperti dosen dan mahasiswa yang memiliki ide riset di bidang makanan, obat, dan kesehatan nantinya tidak hanya terhenti di bagian riset saja. Tidak jarang kita dengar banyak mahasiswa atau dosen yang melakukan penelitian di luar negeri, seperti B.J. Habibie yang memiliki riset yang banyak justru lebih memiliki manfaat di luar negeri.
Melalui hilirisasi riset kemdiktisaintek nantinya, penelitian ini bisa bermanfaat oleh berbagai pihak seperti industri yang mampu menciptakan inovasi berarti kepada masyarakat. Kemudahan akses dalam riset ini juga memberikan inovasi-inovasi yang bervariasi dan bermanfaat langsung. Maka akan muncul kemungkinan, munculnya produk-produk baru ciptaan anak bangsa mulai dari riset hingga sampai ke masyarakat.
Baca juga: Apa Itu Sekolah Garuda?


