Pelayanan Medis Gratis untuk Warga Terdampak di Padang, Mentawai, dan Agam
CampusNet – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat pada 27 November 2025 menimbulkan dampak serius bagi masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan. Keterbatasan fasilitas medis pasca bencana membuat layanan kesehatan darurat menjadi kebutuhan utama bagi warga terdampak.
Merespons kondisi tersebut, Relawan Kesehatan Universitas Medika Suherman bersama tim medis dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Sumatera Barat melaksanakan Aksi Tanggap Darurat Pelayanan Kesehatan di beberapa wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat. Kegiatan ini berlangsung selama 2–16 Januari 2026 dan mencakup Kota Padang, Kepulauan Mentawai, serta Kabupaten Agam.
Fokus Kegiatan: Pelayanan Medis dan Pengobatan Gratis
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengusung tema:
“Aksi Tanggap Darurat pada Lokasi Terdampak Bencana Banjir di Sumatera Barat.”
Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, perawatan luka, serta distribusi obat dan vitamin kepada masyarakat terdampak banjir. Tim juga melakukan pemantauan sanitasi lingkungan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Ketua tim pelaksana, apt. Kusno Haryanto, S.Farm., M.Farm, menyampaikan bahwa layanan kesehatan darurat sangat penting untuk mencegah kondisi korban semakin memburuk akibat keterlambatan penanganan medis.

Rangkaian Lokasi dan Jumlah Penerima Manfaat
Selama pelaksanaan kegiatan, relawan kesehatan menjangkau berbagai titik rawan bencana dengan jumlah pasien yang cukup signifikan, antara lain:
- Kelurahan Belimbing, Kota Padang: 218 pasien
- Desa Muara Siberut, Kepulauan Mentawai: 91 pasien
- Desa Katurei: 121 pasien
- Desa Muntei: 130 pasien
- Desa Maileppet: 125 pasien
- Kabupaten Agam (beberapa desa): ratusan pasien
Total penerima manfaat mencapai lebih dari 1.300 warga, terdiri dari anak-anak, lansia, hingga masyarakat umum yang terdampak langsung bencana banjir.
Dukungan dan Kolaborasi Berbagai Pihak
Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk:
- DPP dan DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat
- Pemerintah daerah setempat
- Universitas Medika Suherman melalui LPPM dan Fakultas Ilmu Kesehatan
Kolaborasi ini menjadi contoh sinergi antara institusi pendidikan, organisasi sosial, dan masyarakat dalam merespons situasi darurat secara cepat dan terkoordinasi.
Bentuk Nyata Pengabdian kepada Masyarakat
Kegiatan PKM ini menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam situasi kebencanaan. Selain membantu pemulihan kesehatan warga, kegiatan ini juga menjadi sarana penerapan keilmuan tenaga kesehatan di lapangan secara langsung.
Melalui aksi kemanusiaan ini, diharapkan masyarakat terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas secara normal, serta menjadi inspirasi bagi kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya di masa mendatang.
Penutup
Aksi tanggap darurat relawan kesehatan di Sumatera Barat membuktikan bahwa kepedulian, kolaborasi, dan respons cepat sangat dibutuhkan dalam situasi bencana. Universitas Medika Suherman berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.


