CampusNet – Beberapa hari terakhir, warganet meramaikan media sosial dengan video penguin yang berjalan berlawanan arah dari koloninya, dikenal sebagai “Nihilist Penguin”, berasal dari video YouTube “Penguin Depressed” yang diunggah akun “futile1981” 15 tahun lalu dan viral lintas platform dari X hingga Instagram.
Banyak tulisan, meme sedih ataupun cuplikan video turut meramaikan viralitas Penguin tersebut. mari menguuak kebenaran dan apa yang sebenarnya terjadi dari Nihilist penguin tersebut.
Apa itu Nihilist
Media sosial ramai membicarakan penguin nihilist dan sering mengaitkannya dengan pandangan filosofis Nihilisme, yaitu pandangan yang menyatakan bahwa hidup manusia pada dasarnya tidak memiliki makna, tujuan, atau nilai intrinsik.
Banyak para konten kreator ataupun pengguna media sosial membuat konten galau ataupun depresi seolah penguin tersebut menerapkan konsep nihilisme yang mencari jati diri nya yang bahkan akan mengorbankan nyawanya.
Friedrich Nietzsche, filsuf asal Jerman, menyatakan bahwa nihilisme bukan akhir, melainkan tahap sadar untuk menghancurkan nilai lama dan menciptakan nilai baru.
Fakta Sebenarnya
Akun pengguna “futile1981” mengunggah video dokumentasi dengan judul Penguin, Depressed berdurasi 2 menit 31 detik tentang koloni penguin di es Antartika yang bergerak ke pantai, sementara satu penguin berjalan berlawanan menuju gunung.
Ilmuwan menjelaskan bahwa pinguin yang mengalami disorientasi tetap berjalan ke pedalaman meskipun mereka telah mengembalikannya ke koloni
Peneliti menemukan penguin disorientasi lain 80 kilometer dari pantai, bergerak lebih jauh ke pedalaman Antartika menuju kematian.
Media sosial kerap menggeser makna dan fakta, sehingga pengguna harus mencermati kebenaran unggahan di internet.
baca juga : Vigilantisme Digital: Ketika Viralitas Mendahului Keadilan


