CampusNet – Workshop Go-Talk 2026 kembali diselenggarakan sebagai ruang pengembangan diri bagi siswa SMA dan mahasiswa. Mengusung tema umum “The Authentic Shift”, kegiatan ini berfokus pada perubahan otentik dalam diri peserta sebelum mereka berani berbicara dan mengekspresikan diri di depan publik.
Berbeda dari pelatihan public speaking pada umumnya, Go-Talk 2026 tidak langsung membahas teknik berbicara, melainkan mengajak peserta untuk terlebih dahulu membedah hambatan internal dan psikologis yang sering menjadi akar rasa gugup dan tidak percaya diri saat tampil.
Hambatan Internal dalam Public Speaking
Pada sesi awal, peserta diajak memahami bahwa rasa gugup saat berbicara sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya kemampuan, melainkan oleh konflik batin dalam diri. Salah satu konsep yang dibahas adalah persona paradox, yaitu kontradiksi antara kepribadian dasar seseorang yang relatif konsisten dengan perilaku yang berubah-ubah sesuai situasi dan tuntutan lingkungan.
Dalam konteks public speaking, persona paradox membuat seseorang merasa harus menjadi “versi sempurna” yang berbeda dari dirinya sendiri ketika tampil di depan audiens. Hal ini diperkuat dengan teori Self-Presentation dari Erving Goffman, khususnya konsep front stage, di mana individu merasa perlu memakai “topeng” tertentu agar diterima oleh orang lain.
Persona, Role Confusion, dan Akar Kecemasan
Tekanan untuk selalu tampil ideal sering kali memicu role confusion, terutama pada remaja dan dewasa awal yang masih berada pada fase pencarian identitas. Dari sinilah muncul pertanyaan mendasar seperti, “Sebenarnya aku ini siapa?” dan “Harus jadi seperti apa saat berbicara?”
Kebingungan ini kemudian berkaitan erat dengan social anxiety dan fear of judgement, yaitu ketakutan akan penilaian negatif dari audiens. Melalui sesi ini, peserta diajak menyadari bahwa kecemasan bukanlah kelemahan, melainkan respons psikologis yang wajar.
Tujuan dari sesi ini adalah agar peserta mampu memahami alasan di balik rasa gugup mereka, serta menyadari bahwa topeng kesempurnaan justru sering menghambat koneksi yang tulus dengan audiens.
Dari Kecemasan ke Kejujuran: The Authentic Shift
Memasuki sesi berikutnya, Go-Talk 2026 mengajak peserta melakukan The Authentic Shift, yaitu pergeseran dari upaya tampil sempurna menuju keberanian untuk tampil jujur. Materi ini terinspirasi dari The Red Panda Concept yang diadaptasi dari film Turning Red.
Red Panda dimaknai sebagai simbol sisi unik, emosional, atau “liar” dalam diri yang sering disembunyikan karena dianggap tidak sesuai standar. Melalui konsep ini, peserta diajak untuk menerima sisi tersebut dan mengubah energi kecemasan menjadi energi kejujuran dan keunikan diri.
Peserta juga diajak menemukan Signature Voice, yaitu gaya berbicara yang paling nyaman dan autentik bagi diri sendiri, tanpa harus meniru orator atau influencer tertentu. Dalam sesi ini ditegaskan bahwa menunjukkan sedikit kerentanan, seperti mengakui rasa gugup, justru dapat membangun empati dan kedekatan dengan audiens.
Menjadi Autentik sebagai Kekuatan
Melalui rangkaian materi dan sesi praktik, Go-Talk 2026 bertujuan membekali peserta dengan keberanian untuk tampil apa adanya tanpa merasa rendah diri. Peserta diharapkan memahami bahwa keunikan diri bukan kelemahan, melainkan simbol kekuatan, serta siap bertransisi dari sekadar “tampil” menjadi “berbagi cerita” secara jujur dan bermakna.
Secara keseluruhan, Go-Talk 2026 hadir sebagai ruang reflektif dan transformatif yang membantu peserta mengenal diri, menerima kecemasan, dan berbicara dari tempat yang paling jujur: diri mereka sendiri.


