CampusNet – Sampah nasional sudah menjadi isu di seluruh Indonesia. Penyebab banjir dan polusi kebanyakan berasal dari isu sampah nasional. Namun, permasalahan ini sampai sekarang masih belum menemukan solusi. Sehingga bisa terlihat di berbagai daerah bencana yang terjadi akibat masalah sampah di berbagai tempat.
Melalui permasalahan ini, mendiktisaintek Brian Yuliarto mencari solusi terhadap permasalahan jangka panjang. Brian Yuliarto melakukan berbagai riset terhadap universitas yang mulai menggunakan teknologi dalam menangani permasalahan sampah ini. Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menjadi target destinasi kunjungan tersebut.
Kedua kampus ini memiliki fokus pada pengembangan dan riset terhadap penanganan sampah. Kedua kampus memiliki sistem dan teknologi sendiri dalam mengelola sampah, setidaknya di lingkungan kampus. Namun, penanganan ini sepertinya menarik mendiktisaintek untuk mengembangkan teknologi ini agar bisa menjadi peluang pemanfaatan secara umum.
Teknologi Pengelolaan Sampah
Melansir website resmi kemendiktisaintek, Unisba mengembangkan teknologi yang memanfaatkan plasma untuk mencegah gas berbahaya hasil proses termal. Pemanfaatan plasma ini mengedepankan emisi aman pada sebuah sampah. Bukan hanya sebagai pembakaran sampah, melainkan untuk memecah gas berbahaya hasil proses termal. Sehingga, emisinya menjadi lebih aman.
Sedangkan ITB mengembangkan teknologi untuk menyederhanakan pemilahan sampah. Pilahan sampah ini nantinya akan terbagi menjadi sampah organik, bisa daur ulang, dan sampah residu. Teknologi ini akan segera berjalan jika sudah mendapatkan sertifikasi dan pengujian lebih lanjut. Harapannya dalam waktu dekat, teknologi ini akan aktif berperan dalam mengatasi masalah sampah di kampus dan masyarakat sektarnya.
Mendiktisaintek sendiri mendorong kampus agar menjadi pusat riset, pengembangan, dan pengujian teknologi. Hal lain yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi, antara lain seperti pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan keamanan lingkungan.
Permasalahan Sampah di Kampus
Menurut Mendiktisaintek, beberapa kampus sudah mulai mengolah 10-15 ton sampah secara mandiri setiap harinya. Padahal melansir dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) per 8 Februari 2026 ada sekitar 23.952.067 ton sampah per tahun. Hanya 46% daerah yang terintegrasi dalam mengolah sampah. Bahkan, 65% sampah dengan jumlah sekitar 8 juta ton tidak terkelola.
Permasalahan ini tentunya menjadi salah satu isu nasional yang sedang mendapatkan pengembangan dari berbagai pihak. Pihak pemerintah sendiri berkonsolidasi dengan berbagai pihak, salah satunya universitas untuk bisa bekerja sama dalam pengembangan teknologi dalam mengatasi masalah ini.
Harapannya, teknologi yang sudah menjalani standarisasi bisa mendapatkan pengaplikasian langsung di masyarakat. Pemerintah juga berharap, inovasi di berbagai kampus ini bisa mendapatkan penyesuaian juga dengan kebutuhan berbagai wilayah.
Baca juga: Mendiktisaintek Dorong Penguatan Industrialisasi Melalui Sains dan Teknologi


