CampusNet – Tim Semar UGM kembali mencatatkan prestasi di ajang kompetisi internasional kendaraan hemat energi. Sebelumnya, tim ini meraih juara dua kategori Prototype Battery Electric pada Shell Eco-Marathon 2025 lalu di Qatar. Prestasi tersebut berlanjut pada Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21–25 Januari 2026. Kali ini, Tim Semar UGM berhasil meraih dua gelar juara sekaligus. Semar Urban meraih juara pertama kategori Urban Hydrogen, sementara Semar Prototype meraih juara ketiga kategori Prototype Listrik.
General Manager Tim Semar, Muhammad Ghani Prayatna, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tim. Ia menilai capaian ini semakin bermakna karena sebanyak 70 tim berpartisipasi dalam ajang ini, meningkat dari 61 tim pada tahun sebelumnya. Terlebih lagi, Tim Semar UGM hanya berjumlah 20 orang dari lebih dari 1.000 mahasiswa asal 15 negara yang terlibat pada kompetensi ini. Ia menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan daya saing inovasi mahasiswa Indonesia di bidang teknologi kendaraan ramah lingkungan.
Proses Persiapan dan Tantangan
Ghani menyebut capaian ini lahir dari persiapan panjang dan terstruktur. Persiapan berlangsung selama satu tahun untuk menghadapi dua kompetisi berbeda, yakni Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) di tingkat nasional dan Shell Eco Marathon di tingkat internasional. Mereka membagi fokus pengembangan kendaraan sesuai jenis bahan bakar dan regulasi lomba. Pada Maret hingga Juni, pengujian mobil hidrogen dilakukan secara intensif. Selanjutnya, persiapan KMHE berlangsung pada Juli hingga Oktober. Fase akhir difokuskan untuk Shell Eco-Marathon pada Oktober hingga Desember.
Selama proses persiapan, Ghani menyatakan Tim Semar UGM menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan waktu menjadi kendala utama karena tim harus membagi fokus antara KMHE dan Shell Eco-Marathon. Perbedaan jenis bahan bakar menuntut pengujian kendaraan yang spesifik dan berulang. Kemudian saat kompetisi berlangsung, tantangan semakin bertambah akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Pemeriksaan teknis yang ketat juga menuntut ketelitian tinggi pada setiap aspek kendaraan. Selain itu, tekanan kompetisi internasional dan munculnya indikasi kecurangan turut memengaruhi situasi di lapangan.
Namun tentunya semua tantangan tersebut dapat diatasi. Ghani selaku General Manager Tim Semar menenangkan anggota saat menghadapi kendala teknis dan memastikan kendaraan sesuai regulasi. Ia juga meminta anggota tetap berkonsentrasi pada performa kendaraan dan strategi lomba, sementara ia menangani koordinasi ketika muncul indikasi kecurangan selama kompetisi. Dukungan dosen pembimbing, Dr. Jayan Sentanuhady, juga turut memperkuat proses pengambilan keputusan. Selain itu, dukungan KAGAMA Qatar juga sangat membantu selama kompetisi berlangsung. Soliditas kerja dan konsistensi pengembangan teknologi akhirnya membantu Tim Semar menjaga performa hingga meraih prestasi.
Apresiasi Kampus atas Prestasi Tim Semar UGM
Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, menyampaikan apresiasi atas juara Tim Semar di tingkat internasional. Ia menyebut capaian tersebut mengharumkan nama UGM di kancah global. Hempri menilai keberhasilan ini lahir dari inovasi berkelanjutan dan solidaritas tim yang kuat. Menurutnya, nilai tersebut dapat menjadi teladan dalam pengembangan prestasi dan kompetensi mahasiswa. Ia berharap capaian ini mampu memotivasi mahasiswa untuk meraih prestasi yang lebih baik ke depan.
Kesimpulan
Capaian di Qatar semakin memperkuat rekam jejak prestasi Tim Semar UGM di ajang Shell Eco-Marathon. Lebih dari sekedar prestasi, hasil ini menunjukkan bahwa inovasi kendaraan ramah lingkungan karya mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
Baca juga: Mobil Hidrogen Antasena ITS Tembus Kejuaraan Global Setelah Sabet Penghargaan di Qatar


