BRIN Buka Peluang Riset Kolaborasi Internasional dengan Mitra dari Malaysia hingga China

CampusNet – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperluas peluang kolaborasi riset internasional bagi peneliti Indonesia melalui skema pendanaan kolaborasi global. Program ini memberi kesempatan bagi akademisi, peneliti perguruan tinggi, dan organisasi riset untuk melakukan penelitian bersama dengan mitra luar negeri, termasuk dari Malaysia, China, Jepang, Australia, dan negara lain.

Kesempatan ini dibuka lewat skema BRIN Danapedia: Riset Inovasi untuk Indonesia Maju – Kolaborasi Internasional (RIIM Kolaborasi), yakni program co-funding yang mendukung pengajuan proposal riset bersama institusi riset luar negeri untuk menghasilkan luaran penelitian yang berdampak di berbagai bidang ilmu.

Skema RIIM Kolaborasi: Pendanaan Riset Bersama Mitra Global

Skema RIIM Kolaborasi merupakan program pendanaan riset internasional berbasis co-funding dari BRIN bersama lembaga mitra pendanaan riset di berbagai negara. Tujuan utamanya adalah memperkuat kapasitas riset nasional dan mendorong keterlibatan peneliti Indonesia dalam jaringan riset global.

Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi BRIN menjelaskan bahwa opsi kolaborasi ini terbuka tidak hanya untuk peneliti BRIN, tetapi juga untuk dosen, akademisi, dan peneliti independen maupun perguruan tinggi di dalam negeri. Hal ini menegaskan bahwa peluang riset tidak dibatasi oleh status institusi asal peneliti, yang penting adalah potensi ilmiah dan relevansi proposal risetnya.

Mitra Internasional yang Terlibat

BRIN bekerja sama dengan sejumlah lembaga riset dan organisasi pendanaan di luar negeri, di antaranya:

  • Malaysia, melalui Malaysian Industry-Government Group for High Technology (MIGHT).
  • Tiongkok (China), bersama Ministry of Science and Technology (MOST).
  • Jepang, lewat kemitraan dengan Japan Science and Technology Agency (JST) dan lembaga lainnya.
  • Australia, serta beberapa mitra multilateral seperti e-Asia Joint Research Programme dan Belmont Forum.

Kolaborasi ini mencakup berbagai bidang riset, termasuk energi terbarukan, biologi struktur dan bioproduksi, pertanian, teknologi informasi, kesehatan, biodiversitas, serta topik lain yang relevan dengan pembangunan nasional dan global.

Luaran dan Dampak Riset Kolaborasi Internasional

Hingga kini, lebih dari 130 proyek riset kolaboratif telah didanai dengan nilai mencapai sekitar Rp 190 miliar, yang melibatkan lebih dari 84 lembaga riset di Indonesia dan 119 mitra luar negeri. Kolaborasi ini membuktikan bahwa program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas riset nasional, tetapi juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan jaringan riset internasional.

Beberapa contoh kolaborasi yang sudah berjalan termasuk riset bersama peneliti dari Malaysia dalam pengembangan pakan ternak dan pemanfaatan rumput gajah, serta riset teknologi kendaraan otonom bersama mitra dari China.

Manfaat Kolaborasi bagi Peneliti Indonesia

Program kolaborasi ini memberi sejumlah manfaat strategis, seperti:

  • Akses pendanaan global untuk riset dengan skala luas.
  • Peluang publikasi ilmiah bersama peneliti internasional.
  • Penguatan jejaring riset nasional dan internasional.
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia riset untuk bersaing di tingkat global.

BRIN berharap skema ini dapat terus mendorong keterlibatan lebih banyak peneliti Indonesia dalam riset internasional serta mendorong hasil riset yang berdampak bagi pembangunan nasional dalam jangka panjang.

Kesimpulan

BRIN membuka peluang luas bagi peneliti Indonesia untuk melakukan kolaborasi riset internasional dengan mitra dari Malaysia, China, Jepang, Australia, dan mitra multilateral lainnya melalui skema RIIM Kolaborasi. Program ini mendukung pendanaan bersama, membangun jaringan dan kapasitas peneliti nasional, serta membuka akses untuk riset bertaraf global dengan berbagai bidang ilmu.

Baca juga: BRIN Buka Program Degree by Research 2026-2027 untuk S2 & S3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok