CampusNet – Inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) menorehkan prestasi membanggakan di tingkat global. Kacamata AI bernama Runsight, hasil karya mahasiswa Universitas Indonesia (UI), berhasil menembus 10 besar inovasi terbaik di kompetisi internasional (International Innovation Challenge) dengan fokus solusi teknologi pintar. Runsight dirancang untuk membantu pengguna dalam mendeteksi objek secara real-time menggunakan kecerdasan buatan, membawa Indonesia masuk dalam radar inovasi dunia dalam teknologi wearable smart device.
Apa Itu Kacamata AI Runsight?
Kacamata AI Runsight merupakan perangkat wearable yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi dan mengenali objek di sekeliling penggunanya. Dengan kemampuan pengolahan citra dan pembelajaran mesin (machine learning), kacamata ini tidak hanya menampilkan informasi visual, tetapi juga mampu memberikan respon pintar berdasarkan data yang diproses secara real-time.
Perangkat ini dikembangkan dengan tujuan untuk membantu aktivitas pengguna sehari-hari, seperti mengidentifikasi objek, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi AI pada perangkat wearable yang lebih luas di masa depan.
Masuk 10 Besar Inovasi Global
Prestasi Runsight semakin mencuri perhatian setelah masuk dalam 10 besar kompetisi inovasi berskala global di mana karya dari berbagai negara dipertandingkan. Masuknya kacamata AI karya mahasiswa UI dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dan kemampuan pengembangan teknologi dari generasi muda Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Kompetisi ini tidak hanya menilai dari segi teknologi, tetapi juga nilai aplikasi, dampak sosial, serta potensi pengembangan lebih lanjut dari solusi yang diajukan.
Tujuan Pengembangan dan Manfaat
Runsight tidak hanya menjadi gagasan konsep semata, tetapi dirancang dengan sejumlah fitur unggulan seperti:
- Deteksi objek secara real-time menggunakan model AI yang terlatih.
- Kemampuan untuk mengintegrasikan data visual dengan respon cerdas sesuai konteks penggunaan.
- Desain wearable yang ergonomis sehingga nyaman dipakai dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan fitur ini, kacamata AI Runsight berpotensi digunakan di berbagai sektor, termasuk pendidikan, industri, dan asisten visual yang membantu aktivitas pengguna dengan cara yang lebih cerdas.
Kembangkan Ekosistem Teknologi Lokal
Sebagai karya mahasiswa UI, Runsight juga menunjukkan bahwa ekosistem riset dan pengembangan teknologi di perguruan tinggi Indonesia semakin matang dan kompetitif. Dukungan dari civitas akademika, dosen pembimbing, serta kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci penting dalam terciptanya inovasi ini.
Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia untuk terus berkarya dalam bidang teknologi, khususnya kecerdasan buatan dan teknologi wearable.
Baca juga: Mahasiswa UMM Kembangkan Perangkat Hands-Free Sensor Ultrasonik untuk Penyandang Tunanetra


