Mahasiswa Undhiksa Raih Perunggu di Malaysia Lewat Inovasi Piesolar!

CampusNet – Mahasiswa Undhiksa (Universitas Pendidikan Ganesha) mencatatkan prestasi Internasional di ajang International Students Competition (ISC), di Malaysia. Ni Made Reina dan Maria Eka sebagai perwakilan Undhiksa memenangkan medali perunggu di kategori Technology Field. Prestasi ini mendapatkan penghargaan dengan inovasi bernama Piesolar. Yakni panel surya yang memiliki rancangan khusus untuk area peron stasiun di wilayah Jakarta yang padat penduduk.

Undhiksa tidak hanya memenangkan kompetisi di kategori Technology Field saja. Melainkan, di berbagai bidang seperti pendidikan, tourism & culture, pengolahan limbah, dan teknologi. Pada bidang pendidikan, Undhiksa meraih gold medal. Silver untuk tourism & Culture. Juga 2 penghargaan bronze medal di inovasi pengolahan limbah dapur.

Melansir Instagram @isc.competition, International Students Competition merupakan kompetisi esai dan seminar internasional dengan penyelenggara Universiti Putra Malaysia. Kompetisi membuka peluang mahasiswa di luar Malaysia, termasuk Indonesia. Mengusung tema Global Synergy for Sustainable Development, ISC menampung ide-ide mahasiswa dengan inovasi terkait isu alam di tingkat global.

Inovasi Piesolar

Piesolar merupakan inovasi sistem panel surya yang mengusung Hybrid Piezoelectric, yakni material yang menghasilkan listrik dari tekanan/getaran. Secara teknis, Piesolar memanen energi dari 2 sumber sekaligus. Yakni, dari langkah kaki penumpang dan sinar matahari.

Melansir fbs.undhiksa.ac.id, Piesolar merupakan rancangan khusus untuk area peron stasiun di Jakarta yang banyak penduduk. Dengan banyaknya penumpang yang jalan ke sana ke mari, maka banyak tekanan pada material sehingga bisa menghasilkan listrik. Stasiun kereta jadi bisa menghasilkan energi bersih sendiri tiap kali penumpang melangkah dan matahari bersinar. Sehingga bisa menjadi solusi cerdas dan berkelanjutan atas kebutuhan energi mandiri di pusat transit perkotaan.

Rencana Masa Depan

Masih belum ada informasi lanjutan terkait inovasi ini akan menjadi solusi praktis di masyarakat. Meski sudah tercatat sebagai salah satu inovasi pilihan di ISC 2026, namun hal ini masih menjadi ide yang belum teraplikasi langsung di masyarakat. Perlunya dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah, industri, dan akadamesi lain bisa menjadi pembuka inovasi ini menjadi solusi energi bersih di Indonesia.

Apabila beberapa pihak bisa menerapkan inovasi ini, tentunya krisis energi tak terbarui bisa terselesaikan sedikit demi sedikit. Penggunaan energi bersih di berbagai tempat bisa mengurangi penggunaan energi tak terbarui, bahkan menghemat anggaran. Solusi bukan hanya menghasilkan energi bersih, melainkan memanfaatkan peluang banyaknya penduduk menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Baca juga: Ohio University Berhasil Bunuh Sel Kanker Lewat Penelitian RNA! Peneliti Asia jadi Pemimpin Riset!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *