CampusNet – Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam Tim AgriTerrace berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Mereka meraih medali emas dalam ajang Essay International Student Summit yang berlangsung pada Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Tim ini beranggotakan Jose Centurio Siahaan, Fawaz Januar Iksan, Laura Amaria Dwiputri Julianti, Fachry Haris, dan Mesakh Roi Pratama Ginsu. Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation tersebut, mereka bersaing dengan ratusan tim dari enam negara dengan standar penilaian internasional.
Bersaing dengan Peserta dari 6 Negara
6 negara yang ikut dalam kompetensi ini yaitu Malaysia, Indonesia, Filipina, Turkmenistan, Somalia, dan Kenya. Persaingan yang ketat mendorong setiap tim untuk menampilkan inovasi terbaik sekaligus menjadi ajang pembelajaran dalam memahami standar riset dan inovasi di tingkat global.
Laura menyampaikan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya bergantung pada ide yang bagus, tetapi juga pada kemampuan tim dalam berkolaborasi dan menyesuaikan diri dengan standar internasional.
Sebelum tampil di kompetisi tersebut, Tim AgriTerrace menjalani proses persiapan intensif selama empat hingga lima bulan. Mereka menghadapi tantangan besar karena banyak peserta berasal dari universitas ternama, bahkan dari jenjang magister, sehingga tingkat persaingan menjadi sangat tinggi.
Inovasi Tim AgriTerrace Berbasis AI untuk Petani
Perubahan iklim yang semakin ekstrem terus menekan ketahanan pangan global, terutama bagi petani kecil yang rentan mengalami gagal panen. Masalah ini menjadi penting untuk menghadirkan inovasi berbasis teknologi guna memperkuat daya tahan sektor pertanian.
Menjawab tantangan tersebut, Tim AgriTerrace menghadirkan inovasi AGRITERRACE, sebuah solusi digital yang berfokus pada penguatan ketahanan petani kecil di wilayah rentan iklim.
Mereka mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memanfaatkan analisis data satelit untuk membantu petani memprediksi risiko sejak dini. Selain itu, mereka juga mengintegrasikan fitur pembiayaan mikro untuk memperluas akses permodalan bagi petani kecil.
Raih Penghargaan Bergengsi
Atas inovasi tersebut, Tim AgriTerrace berhasil meraih medali emas yang hanya diberikan kepada delapan tim terbaik.
Tidak hanya itu, mereka juga meraih posisi 1st runner up kategori keseluruhan serta membawa pulang gelar Grand Champion bersama tim lain dari UNAIR.
Jose menyampaikan bahwa konsistensi dalam riset dan kekompakan tim menjadi kunci utama keberhasilan mereka.
Kesimpulan
Tim AgriTerrace dari UNAIR membuktikan bahwa mahasiswa mampu meraih prestasi dengan menghadirkan solusi nyata untuk tantangan global. Mereka merespons dampak perubahan iklim di sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi. Inovasi yang mereka tawarkan membantu petani kecil menghadapi tantangan besar, meningkatkan ketahanan, serta mengurangi risiko gagal panen.
Baca juga: Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional dengan Inovasi Alat Pendeteksi Bahan Kimia pada Pangan


