Mendiktisaintek Dorong Penggunaan Maggot: Apa itu?

CampusNet – Maggot merupakan larva dari lalat hitam Black Soldier Fly yang terkenal sebagai pengurai sampah organik rumah tangga. Sisa makanan hasil rumah tangga, biasanya hanya terbuang dan tidak terolah dengan baik. Sehingga, agar limbah organik ini mampu terolah dengan baik, perlu menggunakan berbagai metode dan pengurai yang tepat untuk mengolahnya. Maggot terbukti mampu secara efisien mengolah sampah organik rumah tangga dan mengurangi volumenya hingga 30%.

Melansir dari Halodoc.com, maggot merupakan serangga yang tidak berbahaya. Maggot merupakan larva atau tahap sebelum menjadi serangga sempurna dari sebuah lalat hitam. Larva ini mengurangi volume limbah sisa makanan organik rumah tangga secara signifikan. Ketika dewasa, lalat dari larva ini tidak membawa penyakit seperti lalat pada umumnya yang menempel pada makanan. Karena lalat hitam ini tidak tertarik pada makanan manusia ketika sudah dewasa.

Pengetahuan ini membuat Kemdiktisaintek tertarik dan merasa maggot bisa menjadi solusi sampah organik rumah tangga yang menjadi masalah masyarakat. Pasalnya, melansir dari SIPSN, sampah rumah tangga memiliki presentase sebesar 56,71% sampah yang ada di Indonesia. Melansir dari sumber lain, Dinas Lingkungan Hidup Bantul pada tahun 2025 menyatakan bahwa 60% dari sampah rumah tangga merupakan sampah organik sisa makanan.

Lalu apa fokus Kemdiktisaintek dalam mengatasi sampah organik rumah tangga dengan maggot?

Mendiktisaintek dan Penguraian Maggot

Mengetahui peran maggot dalam mengurangi volume sampah organik rumah tangga, Mendiktisaintek mendorong pemanfaatan ini untuk mengurangi isu sampah nasional. Melalui hasil kunjungannya ke PT Maggot Indonesia Lestari, penggunaan Maggot bisa menjadi upaya menciptakan standar baru dalam tata kelola lingkungan. Komunitas yang baik dalam menciptakan tata kelola lingkungan ini perlu melalui kerja sama antara swasta dan perguruan tinggi.

Mendiktisaintek, Brian Yuliarto menegaskan peran perguruan tinggi dalam peninjauan terhadap pengelolaan limbah sektor swasta maupun pemukiman warga. Pentingnya pengawasan perguruan tinggi bisa menjadi salah satu faktor tata kelola lingkungan yang baik dalam pengelolaan sampah. Perguruan tinggi bisa menjadi peninjau dan pengawas dalam pelaksanaan program ini dengan harapan membantu mengembangkan metode yang tepat.

Mendiktisaintek berharap bahwa perguruan tinggi mampu memberikan kontribusi dalam penerapan maggot dalam penanganan isu sampah nasional. Program ini tentunya memerlukan pengawasan ahli dari akademisi untuk mengelola metode dengan tepat. Serta presisi dalam pemetaan data sampah wilayah. Data ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan berbagai wilayah dalam menyusun masterplan pengelolaan sampah. Maggot juga bisa menjadi salah satu opsi apabila data menunjukkan kecocokan dalam pemanfaatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok