CampusNet – Mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Muhammad Alhafiz Arya Wardhana, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB, berhasil meraih juara ketiga dalam International Project Innovation Competition di Istanbul, Turki melalui inovasi prostetik berbahan limbah plastik.
Prestasi ini diraih lewat inovasi bernama PROBAPLAS (Prosthetic from Plastic Waste), sebuah teknologi yang memanfaatkan limbah plastik untuk menghasilkan alat bantu prostetik dengan biaya yang lebih terjangkau.
Inovasi Prostetik dari Limbah Plastik HDPE
PROBAPLAS merupakan inovasi yang memanfaatkan limbah plastik jenis HDPE (High-Density Polyethylene) seperti tutup botol dan jerigen bekas sebagai bahan utama untuk membuat socket prostetik, komponen penting dalam alat bantu kaki atau tangan palsu.
Menurut Arya, ide tersebut muncul dari dua masalah yang saling berkaitan. Pertama, alat bantu prostetik masih sulit diakses oleh banyak penyandang disabilitas karena harganya relatif mahal dan bahan bakunya masih bergantung pada impor.
Di sisi lain, limbah plastik HDPE sangat melimpah dan membutuhkan waktu lama untuk terurai di lingkungan. Dengan memanfaatkan limbah tersebut, inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi yang sekaligus membantu mengurangi pencemaran plastik.
Berdasarkan hasil riset tim, material HDPE daur ulang memiliki kekuatan tarik sekitar 26–33 MPa, sehingga memenuhi standar minimum untuk bahan prostetik. Selain itu, penggunaan bahan daur ulang mampu menurunkan biaya bahan baku hingga sekitar 2 dolar AS per unit, membuat alat prostetik lebih terjangkau.
Kolaborasi Internasional dalam Kompetisi
Dalam kompetisi tersebut, Arya tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan mahasiswa dari beberapa negara, termasuk Uzbekistan dan Amerika Serikat, dalam mengembangkan inovasi PROBAPLAS.
Kolaborasi lintas negara ini memperkuat pendekatan teknologi yang dikembangkan, sekaligus menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Mengusung Konsep Circular Economy
Selain fokus pada teknologi prostetik, PROBAPLAS juga mengusung konsep circular economy. Tim pengembang merancang sistem bank sampah digital berbasis gamifikasi yang memungkinkan masyarakat menyetor limbah plastik HDPE dan mendapatkan poin digital yang dapat dikonversi menjadi nilai ekonomi.
Pendekatan ini tidak hanya membantu mengurangi sampah plastik, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
Sudah Mulai Diimplementasikan
Inovasi PROBAPLAS tidak berhenti pada tahap riset atau kompetisi saja. Tim pengembang telah mulai mengimplementasikan model produksi prostetik melalui kerja sama dengan mitra teknologi serta komunitas pemberdayaan disabilitas.
Beberapa prostetik yang dihasilkan bahkan telah disalurkan kepada pihak yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat.
Baca juga: Inovasi SmartMeet AI Mahasiswa UI Raih Juara Studentpreneurs Nasional


