Bukan Fiksi! Cambridge Ciptakan Tanaman yang Bisa “Ngobrol” dengan Manusia

CampusNet – Inovasi unik datang dari University of Cambridge yang menghadirkan pengalaman tak biasa: tanaman yang bisa diajak ngobrol. Proyek ini dikembangkan di Cambridge University Botanic Garden dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan interaksi antara manusia dan tumbuhan.

Program ini diberi nama Talking Plants, sebuah eksperimen yang menggabungkan teknologi, biologi, dan edukasi lingkungan dalam satu pengalaman interaktif.

Tanaman Bisa “Berbicara” Berkat AI

Dalam proyek ini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan tanaman menggunakan ponsel. Caranya cukup dengan memindai kode QR, lalu pengguna bisa mengajukan berbagai pertanyaan kepada tanaman yang tersedia.

Pertanyaan yang diajukan pun beragam, mulai dari hal ilmiah hingga ringan, seperti bagaimana proses penyerbukan atau peran manusia terhadap kehidupan tanaman. Sistem AI kemudian akan merespons seolah-olah tanaman tersebut benar-benar “berbicara”.

Teknologi ini memungkinkan pengalaman belajar yang lebih personal dan interaktif dibandingkan metode edukasi konvensional.

Setiap Tanaman Punya Karakter Unik

Menariknya, setiap tanaman dalam proyek Talking Plants memiliki kepribadian yang berbeda.

Beberapa contoh karakter tanaman yang dihadirkan antara lain:

  • Tanaman anggur tropis yang digambarkan ceria dan energik
  • Welwitschia yang cerdas namun “kering”
  • Bunga bangkai raksasa dengan karakter dramatis

Dengan pendekatan ini, pengunjung tidak hanya belajar tentang tanaman secara ilmiah, tetapi juga merasakan pengalaman emosional yang lebih dekat dengan alam.

Edukasi Lingkungan yang Lebih Menarik

Menurut tim pengembang, proyek ini bertujuan untuk membuat masyarakat lebih dekat dengan alam melalui pendekatan yang menyenangkan.

Dengan adanya percakapan dua arah, pengunjung dapat memahami keanekaragaman hayati dengan cara yang lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.

Selain itu, teknologi ini juga membantu menjelaskan hubungan antara manusia dan lingkungan secara lebih reflektif.

Ramah Lingkungan dan Berbasis Energi Terbarukan

Meski berbasis teknologi, proyek Talking Plants tetap memperhatikan aspek lingkungan. Sistem ini dijalankan menggunakan server berbasis energi terbarukan dengan dampak karbon yang relatif kecil.

Setiap interaksi percakapan bahkan diperkirakan hanya menghasilkan emisi sekitar 14 gram CO₂, setara dengan aktivitas digital sederhana seperti mengirim email berlampiran.

Gabungan Teknologi dan Biologi Masa Depan

Proyek Talking Plants menjadi contoh bagaimana teknologi digital seperti AI dapat dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman manusia terhadap alam.

Inovasi ini juga membuka peluang baru dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menggabungkan teknologi, sains, dan pengalaman interaktif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *