CampusNet – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia akademik tanah air. Tim mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menciptakan inovasi alat deteksi dan pencegahan Tuberkulosis (TBC) yang membawa mereka meraih kemenangan di ajang Hackathon Nasional 2026.
Inovasi yang diberi nama “TB-Shield” ini lahir dari keprihatinan para mahasiswa terhadap tingginya angka kasus TBC di Indonesia. Alat ini menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dengan perangkat keras portabel yang dirancang khusus untuk mempermudah skrining awal di masyarakat.
Mengenal Inovasi “TB-Shield”: Teknologi Deteksi TBC Mutakhir
Inovasi yang digagas oleh tim lintas jurusan di UNAIR ini memiliki keunggulan pada aspek efisiensi dan akurasi. Alat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat medis statis, tetapi juga terintegrasi dengan sistem pemantauan digital.
Fitur Utama Alat TB-Shield :
- AI-Driven Screening: Menggunakan algoritma untuk menganalisis pola suara batuk dan indikator kesehatan pengguna secara real-time.
- Smart Monitoring: Terkoneksi langsung dengan aplikasi smartphone yang memungkinkan tenaga medis memantau kondisi pasien dari jarak jauh.
- Portabilitas: Desain yang ringan dan mudah dibawa, sehingga sangat efektif digunakan untuk pemeriksaan di wilayah pelosok yang minim fasilitas laboratorium.
- Early Warning System: Memberikan notifikasi segera kepada pengguna jika ditemukan indikasi awal gejala TBC, sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Kemenangan di Ajang Hackathon Nasional
Ajang Hackathon Nasional merupakan kompetisi bergengsi yang menantang para inovator muda untuk memecahkan masalah nyata melalui solusi teknologi. Tim UNAIR berhasil menyisihkan puluhan tim dari berbagai perguruan tinggi ternama di Indonesia.
Dewan juri memberikan apresiasi tinggi pada inovasi ini karena tidak hanya fokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada sisi kemanusiaan dan kemudahan implementasi di lapangan (usability). Inovasi ini dinilai mampu menjawab tantangan program Indonesia Bebas TBC yang dicanangkan pemerintah.
Dampak Sosial dan Harapan ke Depan
Melalui inovasi TB-Shield, mahasiswa UNAIR berharap dapat membantu menurunkan angka penularan TBC yang sering kali terlambat dideteksi. Dengan deteksi dini, biaya pengobatan dapat ditekan dan angka harapan hidup pasien dapat meningkat secara signifikan.
Langkah selanjutnya bagi tim inovator UNAIR adalah:
- Uji Validasi Klinis: Melakukan pengujian lebih lanjut bersama pakar medis untuk memastikan tingkat akurasi alat di lapangan.
- Pengembangan Prototipe: Menyempurnakan desain alat agar lebih ergonomis dan tahan lama.
- Kolaborasi Pemerintah: Menjalin kerja sama dengan kementerian terkait agar inovasi ini bisa diproduksi secara massal dan didistribusikan ke Puskesmas di seluruh Indonesia.
Kontribusi UNAIR dalam Inovasi Kesehatan
Keberhasilan ini membuktikan posisi UNAIR sebagai universitas yang berkomitmen penuh pada pengembangan riset kesehatan. Melalui dukungan inkubator bisnis dan laboratorium canggih, mahasiswa didorong untuk tidak hanya belajar teori, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan bangsa.
Kesimpulan
Inovasi alat pencegah Tuberkulosis hasil karya mahasiswa UNAIR adalah bukti nyata bahwa teknologi di tangan generasi muda mampu memberikan perubahan besar bagi kesehatan publik. Kemenangan di Hackathon Nasional hanyalah awal dari perjalanan panjang TB-Shield untuk menyelamatkan ribuan nyawa dari ancaman TBC.

