CampusNet – Dudung Abdurachman, Kepala Staf Kepresidenan, menyatakan pemerintah memiliki target untuk melakukan revitalisasi pada 71 ribu sekolah di tahun 2026.
Untuk saat ini sendiri baru 11.744 sekolah yang sudah dianggarkan melalui DIPA Kementrian. Namun, pemerintah optimis untuk dapat mencapai target 71 ribu sekolah pada tahun ini.
Salah satu sekolah yang sudah dilakukan revitalisasi; SMP Muhammadiyah 16, Jakarta Pusat, juga ditinjau langsung oleh Dudung untuk memastikan program berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan.
Pemerintah juga memasukkan program revitalisasi ini sebagai salah satu agenda utama mereka. Karena, pemerintah ingin seluruh siswa dapat belajar di fasilitas yang aman dan nyaman.
Program revitalisasi juga menganut mekanisme swakelola, supaya pembangunan melibatkan langsung masyarakat sekitar dan meminimalisir potensi korupsi dan mark up anggaran.
Dengan mekanisme swakelola, juga turut membuka lapangan kerja temporer menurut Dudung. Dimana proyek revitalisasi membutuhkan sekitar 24 orang untuk tiap sekolah pada program revitalisasi 2025 dan berhasil menyerap sekitar 380.000 lebih pekerja.
Dudung juga menambahkan, bahwa anggaran yang didapat adalah hasil dari sitaan-sitaan koruptor, yang kemudian dialokasikan untuk manfaat anak-anak sekolah.
Revitalisasi yang dilakukan kepada setiap sekolah ini bukan hanya sekedar memperbaiki atau atau bangunan fisik, melainkan juga mencankup pembaruan fasilitas penunjang pembelajaran.
Selain melakukan revitalisasi pada sekolah, pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur pendukung pendidikan, seperti jembatan menuju sekolah pada daerah terpencil. Karena pemerintah ingin menghapus kesulitan siswa untuk berangkat menemba ilmu.

