Hasil Investigasi Komisi Etik: Ketua BEM UBK Resmi Dinonaktifkan

CampusNet – Tim Investigasi Universitas Bung Karno mengungkap fakta mengejutkan terkait skandal mantan Ketua BEM Universitas Bung Karno. Oleh karena itu, rektorat mengambil langkah tegas menonaktifkan Muhammad Abdimaludin dari jabatannya.

Sebenarnya, keputusan ini menyusul temuan dugaan penawaran uang puluhan juta menjelang aksi demonstrasi mahasiswa. Akibatnya, kasus ini langsung memicu perhatian luas dari seluruh masyarakat.

Bahkan oknum kepolisian diduga berkali-kali mencoba menyuap tokoh mahasiswa tersebut demi memindahkan lokasi unjuk rasa. Intervensi aparat ini jika terbukti dapat sangat mengancam marwah gerakan mahasiswa sebagai benteng independensi.

Kronologi Penawaran Uang Puluhan Juta oleh Oknum Kepolisian

Tim Investigasi menemukan fakta bahwa upaya pendekatan terjadi sehari sebelum demonstrasi berlangsung. Awalnya perwakilan kepolisian menawarkan uang 50 juta rupiah di kawasan Percetakan Negara.

Selanjutnya oknum aparat berbeda menawarkan uang 70 juta rupiah di kawasan Jalan Surabaya. Kemudian, Muhammad Abdimaludin kembali bertemu tiga orang beberapa jam sebelum unjuk rasa dimulai.

Ternyata, dua orang merupakan senior alumni kampus dan satu orang berasal dari kepolisian. Meskipun menolak uang tunai saat pertemuan, namun unjuk rasa tetap berjalan di Jalan Medan Merdeka.

Akhirnya Muhammad Abdimaludin baru menerima uang 20 juta rupiah setelah seluruh rangkaian demonstrasi selesai. Diketahui juga uang sogokan tersebut mengalir melalui perantara alumni senior kampus.

Klarifikasi Kepolisian Terkait Isu Pemindahan Lokasi Demonstrasi

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat membantah keras dugaan keterlibatan anggotanya dalam kasus ini. Polda Metro Jaya sendiri akan segera mendalami seluruh informasi dari pihak kampus.

Selanjutnya pihak kepolisian meminta kampus mengungkap identitas oknum aparat agar tidak menimbulkan isu liar. Selain itu kepolisian juga mengklarifikasi alasan permintaan pemindahan lokasi unjuk rasa mahasiswa.

Kepolisian mengaku hanya memfasilitasi pengalihan lokasi karena ada kunjungan Presiden Jerman ke Istana Kepresidenan. Meskipun demikian, kampus kini dapat mengusut tuntas seluruh insiden penyuapan aparat tersebut secara leluasa.

Dampak Skandal bagi Independensi Organisasi Mahasiswa

Skandal ini menunjukkan adanya ancaman nyata dari pihak luar terhadap gerakan mahasiswa. Sebab oknum aparat dan alumni tampak aktif menggunakan cara transaksional untuk mengintervensi independensi kampus.

Tentu saja taktik oknum tersebut bertujuan merusak legitimasi moral perjuangan mahasiswa. Akibatnya organisasi mahasiswa kini harus menghadapi polusi kepentingan dari pihak luar.

Selain itu manuver oknum aparat dan alumni ini menjadi preseden buruk bagi masa depan pergerakan. Sebab pihak luar terbukti memanfaatkan celah personal untuk menggembosi kekuatan gerakan mahasiswa.

Maka dari itu, mahasiswa harus kompak melawan segala bentuk penyusupan kepentingan aparat tersebut. Sebab tanpa ketegasan bersama pihak eksternal akan terus mencoba melemahkan posisi tawar mahasiswa.

Penegakan Tata Kelola dan Transparansi ke Depan

Universitas Bung Karno berkomitmen penuh untuk terus melanjutkan investigasi internal secara transparan. Oleh karenanya otoritas kampus akan menggali potensi keterlibatan pihak lain secara mendalam.

Kasus skandal Muhammad Abdimaludin selaku Ketua BEM Universitas Bung Karno memberikan banyak pelajaran berharga. Singkatnya, dugaan tawaran uang puluhan juta dari oknum polisi ini sangat memprihatinkan.

Sejatinya idealisme perjuangan mahasiswa tidak boleh berkompromi dengan nominal uang berapapun. Pada akhirnya publik menuntut penyelesaian akhir yang jujur dari kepolisian maupun pihak kampus.

Sebab, langkah terbuka ini penting demi memulihkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap kemurnian organisasi mahasiswa.

Baca Juga: BEM UBK Gelar Demo di Istana Hari Ini, Usung Tema ‘Tata Ulang Indonesia’: Simak 6 Tuntutannya!

https://megapolitan.kompas.com/read/2026/07/01/08103551/kronologi-polisi-diduga-berkali-kali-tawarkan-uang-puluhan-juta-ke-eks?page=all#page2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok