Ruangguru resmi mendiskualifikasi salah satu peserta Clash of Champions (CoC) Season 3 setelah melakukan proses verifikasi dan klarifikasi atas informasi yang diterima. Keputusan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi penyelenggara dan menjadi perhatian publik di media sosial.
Sebelumnya, nama peserta tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul dugaan pelecehan seksual yang beredar melalui sejumlah unggahan. Menanggapi hal tersebut, Ruangguru menyatakan telah melakukan penelusuran secara langsung sebelum akhirnya mengambil keputusan resmi.
Ruangguru Lakukan Verifikasi dan Kalrifikasi
Dalam pernyataannya, Ruangguru menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan setelah menerima informasi terkait salah satu peserta Clash of Champions Season 3.
Berdasarkan hasil proses tersebut, penyelenggara menemukan adanya informasi material mengenai pelanggaran yang tidak disampaikan selama proses seleksi dan administrasi peserta, serta adanya keterangan yang dinilai tidak sesuai saat proses klarifikasi berlangsung. Atas dasar itu, peserta yang bersangkutan resmi tidak lagi menjadi bagian dari Clash of Champions Season 3.
Ruangguru juga menyampaikan bahwa detail pelanggaran tidak dipublikasikan secara rinci demi menjaga privasi dan martabat pihak-pihak yang terdampak.
Seluruh Hak dan Fasilitas Peserta Dicabut
Sebagai konsekuensi atas keputusan tersebut, Ruangguru mencabut seluruh hak, akses, fasilitas, serta keterlibatan peserta dalam seluruh aktivitas yang berkaitan dengan Clash of Champions.
Selain itu, penyelenggara juga akan melakukan penyesuaian editorial pada tayangan agar kemunculan peserta yang bersangkutan dibatasi semaksimal mungkin, tanpa mengganggu jalannya kompetisi bagi peserta lainnya.
Menjadi Pengingat Pentingnya Integritas dalam Kompetisi
Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyelenggaraan kompetisi akademik tidak hanya menilai kemampuan intelektual peserta, tetapi juga menjunjung tinggi integritas serta kepatuhan terhadap ketentuan yang telah ditetapkan.
Melalui pernyataan resminya, Ruangguru menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui proses verifikasi dan klarifikasi, sebagai bagian dari upaya menjaga kredibilitas kompetisi serta menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi seluruh peserta.
Baca juga: Hasil Investigasi Komisi Etik: Ketua BEM UBK Resmi Dinonaktifkan

