CampusNet – Penyelenggara menyediakan dua jenis bantuan, yaitu Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi serta program Doctor by Research BRIN. Kedua skema menyasar lulusan sarjana serta magister untuk mendalami bidang prioritas nasional. Selain itu, penerima beasiswa mendapatkan izin untuk tetap bekerja selama menempuh studi.
Berikut adalah delapan bidang studi prioritas dalam pendaftaran beasiswa ini:
- Kesehatan
- Ketahanan Pangan
- Digitalisasi (Kecerdasan Buatan & Semikonduktor)
- Hilirisasi & Industrialisasi
- Pertahanan
- Material & Manufaktur Maju
- Energi
- Maritim
Selanjutnya, pengelola menjalin kerja sama dengan beberapa universitas terbaik dalam negeri seperti UI, UGM, ITB, dan ITS. Pendaftar juga bisa memilih mitra universitas luar negeri di Inggris, Australia, Prancis, dan Belanda.
Syarat Pendaftaran Beasiswa Doktor BRIN LPDP
Pelamar wajib memenuhi seluruh kriteria administrasi sebelum mengirimkan berkas melalui portal pendaftaran. Berikut adalah persyaratan umum bagi calon pendaftar Beasiswa Doktor BRIN LPDP:
- Warga Negara Indonesia (bukan CPNS, TNI, atau POLRI).
- IPK minimal 3,25 dari skala 4,00 pada jenjang studi sebelumnya.
- Batas usia maksimal 40 tahun untuk pendaftar umum.
- Batas usia maksimal 42 tahun untuk pendaftar pegawai negeri sipil.
Peserta juga wajib melampirkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang sah sesuai ketentuan universitas tujuan.
Berikut adalah syarat minimum skor bahasa Inggris untuk universitas tujuan dalam negeri:
- TOEFL ITP: 530
- TOEFL iBT: 70
- PTE Academic: 50
- IELTS: 6,0
- Duolingo English Test: 110
Berikut adalah syarat minimum skor bahasa Inggris untuk universitas tujuan luar negeri:
- TOEFL iBT: 80
- PTE Academic: 58
- IELTS: 6,5
- Duolingo English Test: 120
Tahapan Seleksi dan Kewajiban Pengabdian Alumni
Seluruh pelamar akan mengikuti tiga tahapan seleksi utama secara berurutan. Proses evaluasi tersebut meliputi seleksi administrasi, ujian bakat skolastik, serta seleksi substansi proposal riset.
Setelah lulus, penerima skema Doctor by Research BRIN memiliki kewajiban untuk kembali ke Indonesia. Regulasi menetapkan masa pengabdian menggunakan rumus dua kali masa studi ditambah satu tahun (2n + 1). Alumni juga dapat mengikuti program pascadoktoral atau program mobilitas periset setelah menyelesaikan studi doktor.
Singkatnya, program Beasiswa Doktor BRIN LPDP ini membantu mempercepat pertumbuhan jumlah peneliti di Indonesia.
Baca juga: Unair Membuka Program Beasiswa S2 Khusus Pendidik

