Kisah Inspiratif Nani Safuni: Bermula Iseng Mendaftar, Dosen USK Lolos S3 di Amerika dan Jadi Asdos

CampusNet – Peluang emas dalam hidup sering kali datang dari pintu yang tidak terduga. Hal inilah yang dirasakan oleh Nani Safuni, seorang dosen Fakultas Keperawatan dari Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh. Siapa sangka, berawal dari niat coba-coba, Nani berhasil menembus program doktor (S3) di University of Rhode Island (URI), Amerika Serikat, sekaligus menjalani peran sebagai asisten dosen (teaching assistant).

Perjalanan inspiratif Nani membuktikan bahwa keberanian untuk mencoba—meski diselimuti rasa ragu—bisa membuka jalan menuju pencapaian luar biasa di tingkat global.

Berawal dari Keisengan Menguji Kemampuan Bahasa Inggris

Kisah ini bermula saat Fakultas Keperawatan USK menggelar kegiatan sosialisasi bersama University of Rhode Island (URI). Saat itu, Nani hadir bukan karena sudah mantap ingin mendaftar S3. Niat utamanya tergolong sederhana, yaitu hanya ingin menguji kemampuan mendengarkan (listening) bahasa Inggris.

Meski Nani sebenarnya sudah memegang gelar Master of Nursing dari Flinders University, Australia, rasa tidak percaya diri untuk menghadapi iklim akademik ketat di Negeri Paman Sam masih sempat membayanginya.

Namun, situasi berkembang ketika tim URI mengajak para peserta untuk mengikuti pendampingan pengisian aplikasi guna mendapatkan Letter of Acceptance (LoA). Berbekal nekat dan niat mencoba, Nani pun melengkapi proposal penelitian dan berkas-berkas pendaftarannya secara mandiri dari rumah.

Sempat Membiarkan Email Penerimaan Selama 3 Bulan

Beberapa minggu setelah pendaftaran, surat elektronik yang dinanti pun tiba. Nani secara resmi dinyatakan diterima di College of Nursing, University of Rhode Island.

Namun, kabar gembira tersebut justru membawa kegalauan. Karena saat itu ia diterima tanpa skema beasiswa penuh, Nani menyadari bahwa kebutuhan biaya studi dan hidup di Amerika Serikat sangatlah besar. Karena tidak ingin gegabah, ia sempat mengabaikan email penerimaan dari URI hingga kurun waktu 3 bulan.

Hingga akhirnya, Nani tersadar bahwa kesempatan emas tidak datang dua kali dan merupakan bagian dari rezeki yang perlu diupayakan. Ia pun memberanikan diri untuk membalas pesan tersebut dan menyampaikan situasinya dengan jujur.

Kejujuran Membuka Jalan Beasiswa dan Posisi Asisten Dosen

Kejujuran dan komunikasi yang transparan justru membuahkan hasil manis. Pihak University of Rhode Island menyambut niat baik Nani dengan menawarkan skema assistantship scholarship (beasiswa asisten dosen).

Lewat skema ini, Nani tak hanya mendapatkan pembiayaan untuk studi S3-nya, tetapi juga dipercaya menjabat sebagai asisten dosen (asdos) di URI. Tugas sebagai asdos ini tidak hanya membantunya secara finansial, tetapi juga memberikan pengalaman berharga dalam mengajar dan berinteraksi di lingkungan akademik internasional.

Pesan Inspiratif untuk Akademisi Indonesia

Kisah perjalanan Nani Safuni menjadi bukti nyata bahwa kualitas akademisi dan dosen Indonesia mampu bersaing di panggung internasional.

Ia berpesan agar para akademisi maupun mahasiswa tidak berkecil hati atau ragu untuk mencoba peluang studi ke luar negeri. Keberanian melangkah dan ketekunan untuk melengkapi persyaratan kerap kali menjadi kunci utama yang mengubah impian menjadi kenyataan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok