CampusNet – Perkembangan teknologi internet terus bergerak cepat. Setelah jaringan 5G mulai digunakan di berbagai negara, kini para peneliti sudah menyiapkan generasi berikutnya, yakni 6G. Di Indonesia, riset menuju teknologi tersebut juga mulai dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui penelitian antena khusus untuk jaringan 6G.
Langkah ini dilakukan agar Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan teknologi telekomunikasi global dan dapat beradaptasi dengan kebutuhan internet super cepat di masa depan.
Riset Antena 6G oleh BRIN
Penelitian ini dilakukan oleh tim dari Pusat Riset Telekomunikasi BRIN. Mereka fokus mengembangkan antena mikrostrip single layer dan multilayer yang dirancang khusus untuk perangkat komunikasi generasi keenam.
Antena tersebut harus dibuat dengan ukuran sangat kecil agar dapat dipasang di perangkat seperti smartphone. Pasalnya, satu perangkat biasanya memiliki banyak antena sekaligus, misalnya untuk WiFi, Bluetooth, dan jaringan seluler.
Proses pengembangannya dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu:
- Simulasi desain antena untuk memastikan kelayakan teknologi
- Optimasi performa agar sinyal bekerja maksimal
- Fabrikasi atau pembuatan prototipe antena
- Pengujian di laboratorium untuk melihat karakteristik kinerja
Dalam uji coba, para peneliti menggunakan alat dengan kemampuan pengukuran hingga 110 gigahertz (GHz) untuk memastikan antena mampu bekerja pada frekuensi tinggi yang dibutuhkan oleh teknologi 6G.
Pengembangan Antena Satelit
Selain untuk perangkat seluler, tim peneliti juga mengembangkan antena komunikasi satelit (SATCOM).
Teknologi ini dirancang agar sinyal komunikasi tetap stabil antara satelit di orbit dengan stasiun bumi. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah phased array system, yaitu kumpulan antena yang bekerja sebagai satu sistem antena besar.
Dengan sistem ini, arah pancaran sinyal dapat dikendalikan secara elektronik tanpa harus memindahkan posisi antena secara fisik. Teknologi tersebut sangat penting untuk mengikuti pergerakan satelit yang berada di orbit rendah dan bergerak cepat.
Seberapa Cepat Internet 6G?
Teknologi 6G diperkirakan akan menghadirkan kecepatan internet yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya. Dalam berbagai pengujian global, jaringan 6G diproyeksikan mampu mencapai kecepatan hingga 100 gigabit per detik (Gbps) atau sekitar 20 kali lebih cepat dari 5G.
Bahkan secara teoritis, teknologi ini berpotensi mencapai 1 terabit per detik (Tbps) dengan memanfaatkan spektrum frekuensi sangat tinggi di atas 100 GHz.
Kecepatan tersebut dapat membuka berbagai peluang baru, seperti:
- Komunikasi real-time dengan latensi hampir nol
- Pengembangan kota pintar dan kendaraan otonom
- Teknologi hologram dan metaverse yang lebih realistis
- Integrasi jaringan darat, udara, dan satelit
Menuju Era Internet Super Cepat
Walaupun risetnya terus berkembang, teknologi 6G diperkirakan baru akan hadir secara komersial sekitar tahun 2030 setelah melalui tahap uji coba dan standardisasi global.
Dengan riset antena yang sedang dikembangkan BRIN, Indonesia memiliki peluang untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan teknologi telekomunikasi masa depan.
Jika berhasil diimplementasikan, jaringan 6G tidak hanya meningkatkan kecepatan internet, tetapi juga membuka berbagai inovasi baru dalam bidang komunikasi, industri digital, hingga ekonomi berbasis teknologi.


