CampusNet – Pendidikan merupakan hak semua orang, termasuk siswa-siswi yang memiliki disabilitas. Bagi mereka, memilih kampus inklusif tidak dapat hanya sekadar dari passing grade atau reputasinya, melainkan juga harus menilik seberapa ‘ramah’ sistem dan fasiilitasnya agar proses belajar tidak terhambat.
Aturan Terkait Mahasiswa Difabel
Pemerintah Indonesia, melalui Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), telah mengeluarkan aturan terkait Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus di Perguruan tinggi yang tertuang pada Peraturan Menristekdikti Nomor 46 Tahun 2017. Adanya aturan ini mewajibkan setiap institusi pendidikan tinggi menyediakan layanan yang diperlukan mahasiswa disabilitas agar mereka dapat belajar secara maksimal.
Pemerintah juga memfasilitasi beasiswa khusus untuk mahasiswa difabel, salah satunya melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah. Melalui KIPK, tercatat puluhan mahasiswa difabel dari berbagai perguruan tinggi telah menerima beasiswa KIPK. Selain itu, terdapat Program Indonesia Pintar (PIP) yang memfasilitasi peluang belajar untuk siswa dengan pertimbangan khusus. Pertimbangan khusus tersebut dilaksanakan dengan rekomendasi resmi dari otoritas terkait. PIP pun membebaskan persyaratan administratif umum penyandang disabilitas agar memperluas peluang mendapatkan bantuan.
Kampus Inklusif
Menanggapi isu inklusivitas, beberapa kampus juga telah berupaya melakukan layanan yang inklusif bagi seluruh mahasiswa, termasuk mahasiswa difabel. Ini dia beberapa kampus yang mulai memfasilitasi mahasiswa difabel:
1. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi pionir kampus inklusif dengan mengembangkan Pusat Layanan Difabel (PLD) pertama di Indonesia. Selain itu, UIN Sunan Kalijaga juga fokus melakukan pendampingan relawan bagi nahasiswa disabilitas.
2. Universitas Brawijaya (UB) Malang
Universitas Brawijaya memiliki PSLD (Pusat Studi dan Layanan Disabilitas). PSLD UB juga menyediakan layanan tutorial bagi mahasiswa disabilitas untuk mengerjakan Tugas Akhir, Laporan Magang, dan lain-lain.
3. Universitas Indonesia (UI)
Memiliki Office of Inclusive Education (OID). Fokus pada aksesibilitas bangunan dan transportasi kampus, salah satunya Bis Kuning yang ramah difabel.
4. Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Dikutip dari Kominfo Jawa Timur, Subdirektorat Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID) Unesa mendapatkan beberapa penghargaan terkait kiprah di dalam inklusivitas, salah satunya dari Innovation for Disability Inclusive Education Competition (IDIEC) 2025 yang digelar di Malaysia.
5. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Memiliki UKM Peduli Difabel UGM yang berdedikasi untuk memperjuangkan kepentingan dan hak-hak individu dengan disabilitas, terutama di lingkungan UGM.
6. Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta
Pusat Studi Disabilitas UNS memiliki kekuatan di bidang riset dan pengembangan alat bantu (orthotic-prosthetic) untuk penyandang disabilitas fisik (Tunadaksa).
7. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung
UPI memiliki basis kuat di departemen Pendidikan Khusus (PLB). Fasilitas kampus terus berbenah agar bisa diakses penyandang disabilitas.
8. Universitas Airlangga (Unair) Surabaya
Kebijakan inklusif dalam seleksi mahasiswa baru mencakup penerimaan peserta didik berkebutuhan khusus (MBK) melalui jalur reguler (SNBP/SNBT/Mandiri) dengan kesetaraan hak dan penyediaan sarana pendukung pembelajaran.
9. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
UNY memiliki unit layanan disabilitas dan infrastruktur guiding block yang cukup merata pada gedung-gedung barunya.
10. Universitas Padjadjaran (Unpad)
UNPAD Mulai mengintegrasikan sistem pembelajaran digital yang aksesibel bagi tunanetra.
Kesimpulan
Meskipun data di atas menunjukkan kemajuan besar bagi inklusivitas kampus di Indonesia, verifikasi langsung ke pihak kampus tetap disarankan untuk memastikan kecocokan fasilitas dengan kebutuhan spesifik masing-masing mahasiswa. Dengan berkembangnya kesadaran inklusif, diharapkan mahasiswa difabel dapat memiliki kesempatan belajar yang setara. Sebab, pada akhirnya, kualitas sebuah instansi pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademiknya, tetapi juga dari seberapa mampu ia merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.
Baca juga: Kisah Mahasiswa Penyandang Disabilitas yang Berhasil Lulus S2 Cumlaude


