Gibran Bicara Pembiayaan Global dan Krisis Kemanusiaan di G20

CampusNet – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan pembiayaan global yang adil bagi negara berkembang. Dalam pidatonya di KTT G20 2025, Ia juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan di Gaza.

Dalam pidatonya pada sesi pembukaan bertema Inclusive and Sustainable Economic Growth, Gibran menyatakan bahwa Indonesia terus mendorong struktur ekonomi global yang “kuat sekaligus adil dan inklusif” agar semua negara, terutama berkembang, dapat merasakan manfaatnya.

Ia mengatakan bahwa akses pembiayaan internasional harus lebih mudah dijangkau oleh negara berkembang. Ia menegaskan bahwa pembiayaan harus “lebih pasti dan lebih setara” agar negara berkembang dapat mengikuti transisi energi, adaptasi iklim, dan perkembangan ekonomi digital.

Ia juga menunjukkan komitmen Indonesia dengan menyampaikan bahwa pemerintah mengalokasikan lebih dari 2,5 miliar dolar AS per tahun untuk mendukung UMKM hijau, asuransi pertanian, dan infrastruktur tahan krisis.

Sebagaimana informasi ini tercatat dalam rilis resmi Kemenkeu dan Sekretariat Wapres, tak lupa Gibran menekankan pentingnya dialog G20 terkait ekonomi digital dan kecerdasan buatan. “Aset digital menghadirkan peluang sekaligus risiko,” ujarnya.

Suara Wamenkeu: Menegaskan Isu Gibran di Forum Global

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menegaskan isu pembiayaan internasional yang adil menjadi fokus utama yang Gibran sampaikan dalam pertemuan G20.

Dalam pernyataannya, Thomas menjelaskan bahwa negara berkembang membutuhkan skema pembiayaan yang lebih setara agar bisa menghadapi tantangan global.

Peringatan Kemanusiaan: Gaza dan Konflik Global

Di sisi lain, Gibran mengangkat nada moral tinggi ketika berbicara soal konflik kemanusiaan. Ia menyatakan secara tegas. “Dunia tidak boleh membiarkan dan menormalisasi penderitaan manusia yang sebenarnya dapat dicegah menjadi normal baru,” ujarnya.

Pernyataan ini, yang disampaikan saat sesi KTT G20, mencerminkan keprihatinan Gibran terhadap penderitaan di Gaza dan konflik lain.

Apa Artinya bagi Posisi Indonesia?

Kehadiran Gibran dalam G20 2025 menunjukkan upaya Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai juru bicara negara berkembang.

Fokus pembiayaan yang adil dan seruan moral terkait Gaza memperlihatkan Indonesia ingin mendorong ekonomi inklusif sekaligus kemanusiaan yang lebih kuat.

Baca Juga: Setahun Prabowo–Gibran, Ekonomi RI Belum Ngebut Tumbuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok