CampusNet – Institut Teknologi Bandung (ITB) resmi akan memperkenalkan inovasi pendidikan baru berupa program gabungan Sarjana dan Magister (S1+S2) yang dapat diselesaikan dalam waktu 10 semester atau sekitar 5 tahun. Program ini akan diluncurkan dan ditawarkan pada penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang dimulai pada Agustus 2026 mendatang.
Inisiatif ini dibuat sebagai respons terhadap kebutuhan link and match antara dunia akademik dan industri, dengan tujuan mempersiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Skema Program 10 Semester: Fleksibel dan Lintas Disiplin
Dalam program sarjana–magister 10 semester ini, mahasiswa akan mulai terlibat dalam pembelajaran pascasarjana sejak semester 3, 5, atau 7 dengan persetujuan akademik. Artinya, dalam masa studi total 10 semester, mahasiswa akan mendapatkan dua gelar sekaligus: Sarjana (S1) dan Magister (S2).
Program ini tidak membatasi mahasiswa hanya pada disiplin ilmu yang sama. Mahasiswa bahkan bisa mengambil jurusan lintas disiplin, misalnya kombinasi antara bidang teknologi dengan ilmu bisnis atau humaniora. Pendekatan seperti ini dirancang agar mahasiswa memiliki kompetensi yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan karier yang semakin dinamis di era modern.
Tanpa Matrikulasi Tambahan
Meskipun memungkinkan lintas disiplin, ITB menegaskan bahwa program ini tidak memerlukan matrikulasi tambahan karena mahasiswa sudah melalui Tahap Persiapan Bersama (TPB) yang setara dan memberikan dasar pemahaman yang kuat bagi mahasiswa baru.
TPB yang telah menjadi standar di ITB mencakup mata kuliah dasar seperti AI, critical thinking, dan sustainability, sehingga mahasiswa diharapkan siap mengikuti materi lanjutan di jenjang magister tanpa hambatan.
Penerapan Program dan Perkembangan Awal
Walaupun program ini akan dirilis resmi pada penerimaan 2026/2027, skema 10 semester sudah mulai diterapkan pada mahasiswa semester 5 dan 7 ITB sejak awal 2026. Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, jumlah mahasiswa yang mengikuti kelas magister sejak masih dalam masa studi sarjana meningkat sebagai respons terhadap program ini.
Alasan ITB Menghadirkan Program Ini
ITB merancang program sarjana–magister 10 semester sebagai bentuk inovasi kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan tantangan masa depan. Banyak perusahaan kini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi spesifik, tetapi juga wawasan interdisciplinary dan kemampuan pemecahan masalah yang kompleks.
Beberapa kerja sama dengan industri, termasuk rencana kolaborasi dengan perusahaan besar seperti Uniqlo dan Paragon, sedang difinalisasi untuk memberikan pelatihan kerja (job training) kepada mahasiswa sambil tetap menjalani pendidikan pada semester 9 dan 10.
Pendekatan Pembelajaran dan Kedalaman Materi
Dalam program ini, ITB memberikan dua pendekatan utama dalam pembelajaran pascasarjana:
- Skema “dalam” — fokus pada pendalaman konsep dan teori yang spesifik, cocok untuk mahasiswa yang berminat pada riset atau bidang akademik.
- Skema “lebar” — fokus pada pemahaman interdisipliner dan aplikasi ilmu di berbagai konteks industri.
Wakil Rektor ITB menegaskan bahwa pembelajaran dalam program gabungan ini tidak wajib bagi semua, dan mahasiswa tetap memiliki opsi untuk menyelesaikan jenjang sarjana selama 8 semester seperti pada program konvensional.
Manfaat Program Bagi Mahasiswa
Program sarjana–magister yang dipersingkat ini memberikan sejumlah keuntungan:
- Mahasiswa bisa menghemat waktu studi dibandingkan mengambil S1 dan S2 secara terpisah.
- Lulusan mendapat dua gelar akademik dalam satu periode studi.
- Kompetensi yang lebih matang dan relevan untuk memasuki pasar kerja global.
- Peluang kolaborasi dengan industri dan pengalaman kerja praktis saat masih menempuh studi.
Kesimpulan
Peluncuran program Sarjana–Magister yang bisa ditempuh dalam 10 semester di ITB menandai langkah strategis dalam transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan fleksibilitas lintas disiplin, kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, serta kemungkinan integrasi kerja praktik bersama mitra perusahaan, program ini memberikan pilihan baru bagi mahasiswa yang ingin mempercepat pendidikan tinggi tanpa mengurangi kualitas akademik.


