ITB Terapkan Kurikulum Pembelajaran Depth dan Breadth untuk Mahasiswa

CampusNet – Institut Teknologi Bandung (ITB) kini menerapkan pendekatan kurikulum baru berbasis Depth dan Breadth mulai tahun akademik 2024–2025. Model pendidikan ini dirancang untuk memberi mahasiswa fleksibilitas lebih besar dalam menentukan arah belajar, baik dalam memperdalam satu bidang tertentu maupun memperluas wawasan lintas disiplin ilmu.

Senior akademik ITB menjelaskan bahwa kurikulum ini memungkinkan mahasiswa untuk merancang jalur pembelajaran sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka selama studi di kampus.

Apa Itu Depth (Pendalaman Ilmu)?

Skema Depth dirancang untuk mahasiswa yang ingin memfokuskan studinya pada satu disiplin ilmu sejak awal hingga akhir masa perkuliahan. Mahasiswa yang memilih jalur Depth akan mengambil mata kuliah inti dan lanjutan yang berkaitan langsung dengan program studi utamanya, sehingga kompetensi di bidang spesifik tersebut menjadi sangat kuat.

Misalnya, mahasiswa teknik sipil yang memilih jalur Depth akan fokus pada mata kuliah yang mendukung pemahaman dan kemampuan teknik sipil secara mendalam, dari teori dasar hingga aplikasi lanjutan.

Apa Itu Breadth (Perluasan Ilmu)?

Sebaliknya, skema Breadth memberi mahasiswa peluang untuk menjelajahi mata kuliah di luar program studi utamanya. Tujuan Breadth adalah memperluas wawasan, keterampilan, dan potensi inovasi dengan mencoba ilmu di bidang lain, baik sebagai minor, mayor ganda, atau sekadar sebagai mata kuliah tambahan.

Contoh penerapan Breadth yaitu seorang mahasiswa teknik mesin yang mengambil mata kuliah dasar bisnis atau mahasiswa astronomi yang belajar geologi, sehingga ia tidak hanya menguasai bidang utamanya tetapi juga punya pengetahuan lintas disiplin.

Kombinasi Depth dan Breadth

ITB juga menyediakan opsi yang lebih fleksibel yakni kombinasi Depth dan/atau Breadth. Dalam model ini, mahasiswa dapat memilih mata kuliah lintas disiplin yang diminati tanpa label formal seperti minor ataupun major ganda, asalkan mata kuliah inti program studi utama tetap terpenuhi.

Pilihan ini memberi keleluasaan bagi mahasiswa untuk membangun kurikulum pribadi yang sesuai dengan visi karier mereka sendiri, serta menambah dimensi pembelajaran yang lebih luas tanpa terikat pada struktur pendidikan tradisional.

Manfaat Kurikulum Baru

Penerapan kurikulum Depth–Breadth mencerminkan tren pendidikan tinggi modern yang menekankan pada:

  • Pembelajaran yang lebih personal sesuai minat mahasiswa
  • Kolaborasi antarbidang ilmu, yang dibutuhkan di era inovasi
  • Kesiapan karier yang lebih baik karena kemampuan multidisiplin yang makin dibutuhkan industri
    Mahasiswa juga didorong untuk menjadi pembelajar mandiri yang aktif memetakan kemampuan dan tujuan belajarnya sendiri.

Kesimpulan

Dengan kurikulum berbasis Depth dan Breadth, ITB memberi ruang lebih besar bagi mahasiswa untuk menentukan jalur pendidikan mereka. Skema Depth fokus pada pendalaman satu bidang ilmu, sedangkan Breadth membuka kesempatan memperluas kompetensi di bidang lain, termasuk kombinasi keduanya. Pendekatan ini dirancang untuk menghadapi tantangan dunia kerja modern yang menuntut fleksibilitas, keterampilan multidisiplin, dan kemampuan berpikir kritis.

Baca juga: Pengen Kuliah di ITB? Simak Jalur Masuknya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok