CampusNet – Sejumlah kampus asal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah terpaksa menghentikan kegiatan tatap muka dan menutup aktivitas kampus akibat memanasnya konflik antara AS-Israel dan Iran yang mengguncang kawasan tersebut sejak akhir Februari 2026.
Penutupan ini diberlakukan baik oleh pihak universitas maupun pemerintah setempat demi menjaga keselamatan sivitas akademika di tengah situasi keamanan yang tidak menentu. Akibatnya, banyak institusi pendidikan telah mengalihkan pembelajaran dan operasional mereka ke sistem online atau pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu.
Kampus Carlifornia dan Sekolah Seni Juga Tutup Sementara
Beberapa institusi pendidikan tinggi yang terdampak termasuk cabang kampus universitas AS di Doha dan kawasan Teluk lainnya, seperti sekolah seni dari sebuah universitas negara bagian Virginia di Qatar serta cabang Weill Cornell Medicine-Qatar. Semua kegiatan tatap muka di lokasi-lokasi ini telah ditangguhkan dan digantikan pembelajaran serta kerja jarak jauh.
Kebijakan tersebut diambil setelah beberapa negara di kawasan Teluk, seperti Bahrain dan Qatar, menerapkan langkah antisipatif menjelang eskalasi keamanan yang lebih luas. Lembaga pendidikan termasuk sekolah dasar, menengah, hingga perguruan tinggi memutuskan alih ke pembelajaran daring demi melindungi siswa dan staf dari potensi risiko kekerasan atau gangguan keamanan.
Dampak Konflik terhadap Pendidikan
Penutupan kampus dan pergeseran ke pembelajaran online mencerminkan bagaimana konflik geopolitik dapat berdampak signifikan pada dunia pendidikan, terutama bagi mahasiswa internasional dan staf pengajar yang tinggal jauh dari negara asal mereka.
Efek ini juga dinilai sebagai bagian dari gangguan lebih luas terhadap transportasi dan aktivitas sosial di Timur Tengah. Konflik antara AS-Israel dan Iran telah menyebabkan penutupan sekolah serta perguruan tinggi di beberapa negara, memaksa lembaga pendidikan menyesuaikan model pembelajaran mereka sementara waktu untuk mendukung keselamatan sivitas akademika.
Walau penutupan ini bersifat sementara, pengelola kampus masih terus memantau situasi, termasuk kemungkinan menutup permanen cabang international education jika tingkat ancaman terus meningkat.


