Kemenag Jateng Gelar Halaqoh Time Quality Management di Ma’had Aly Askhabul Kahfi Semarang

CampusNet – Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melalui Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menyelenggarakan kegiatan Halaqoh Time Quality Management di Ma’had Aly Askhabul Kahfi Semarang, yang bertempat di Aula Kampus 3 Pondok Pesantren Askhabul Kahfi. Kegiatan ini diikuti oleh para santri dan civitas akademika Ma’had Aly dengan antusiasme tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Sistem Informasi PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Ali Anshori, M.Pd., menyampaikan bahwa Ma’had Aly Askhabul Kahfi memiliki posisi strategis karena merupakan satu-satunya Ma’had Aly yang berada di wilayah perkotaan di Jawa Tengah. Oleh karena itu, menurutnya, Ma’had Aly Askhabul Kahfi perlu mendapatkan perhatian dan penguatan secara khusus.

“Ma’had Aly Askhabul Kahfi adalah satu-satunya Ma’had Aly di wilayah perkotaan, maka harus diistimewakan. Saya yakin, dalam 10–20 tahun ke depan akan lahir banyak orang-orang besar dari Askhabul Kahfi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pendidikan Diniyah dan Ma’had Aly (PDMA) PD Pontren Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Hj. Fajriyatul Muflihah, M.Pd., menilai bahwa Pondok Pesantren Askhabul Kahfi telah memiliki lembaga pendidikan yang sangat lengkap. Ia juga menyampaikan kabar pengembangan lembaga baru yang sedang dalam tahap finalisasi perizinan.

“Pondok Pesantren Askhabul Kahfi lembaga pendidikannya sudah sangat komplit. Insyaallah sebentar lagi akan hadir PDF Wustha dan PDF Ulya yang saat ini masih tahap finalisasi perizinan. Semoga izin operasional segera terbit dan melahirkan lulusan yang benar-benar tafaqquh fiddin,” jelasnya.

Pada sesi materi, salah satu narasumber, Gus Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H., yang merupakan Dosen Ma’had Aly Askhabul Kahfi Semarang, menyampaikan sejumlah poin penting terkait eksistensi dan masa depan Ma’had Aly. Ia menegaskan bahwa Ma’had Aly masih tergolong baru dalam sistem pendidikan tinggi formal, sehingga memerlukan branding dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada masyarakat luas.

Menurutnya, Ma’had Aly memiliki kekuatan utama sebagai basis keilmuan Islam yang bersumber dari tradisi ilmu Islam asli (turats), yang harus terus dirawat dan dikembangkan. Selain itu, Gus Rikza juga memberikan pesan kepada para santri tentang prinsip bermasyarakat setelah lulus dari Ma’had Aly.

“Ketika terjun ke masyarakat, lulusan Ma’had Aly harus selalu berniat untuk bermanfaat, memiliki kemampuan bermusyawarah, tetap ta’alluq dengan pesantren, dan yang tidak kalah penting, ojo baperan,” pesannya disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Kegiatan halaqoh ini berlangsung dengan penuh khidmat dan interaktif. Para peserta yang memadati aula juga mendapatkan berbagai fasilitas dari Kementerian Agama, antara lain buku catatan, bolpoin, dan sarung batik, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan motivasi santri Ma’had Aly.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Ma’had Aly semakin dikenal publik dan mampu memperkuat perannya sebagai lembaga kaderisasi ulama yang unggul, moderat, dan berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok