Longsor Cisarua Tewaskan 34 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung

CampusNet – Bencana longsor yang melanda Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat, 24 Januari 2026, telah menelan sedikitnya 34 korban jiwa. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan proses pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun material longsor.

Longsor terjadi setelah kawasan Cisarua diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari berturut-turut. Kondisi tanah yang labil menyebabkan pergerakan material tanah dan bebatuan dari lereng, yang kemudian menerjang permukiman warga.

Berdasarkan data hingga 27–28 Januari 2026, puluhan jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi bencana. Seluruh korban dibawa ke pos Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk proses identifikasi. Sejumlah korban telah teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sementara sisanya masih menunggu pencocokan data antemortem.

Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD Jawa Barat, pemerintah daerah, serta relawan. Namun, proses evakuasi menghadapi berbagai kendala, mulai dari cuaca yang masih diguyur hujan, medan yang sulit dijangkau, hingga ancaman longsor susulan yang membahayakan petugas di lapangan.

“Kondisi tanah masih sangat labil. Tim bekerja ekstra hati-hati karena risiko longsor susulan masih tinggi,” kata salah satu petugas SAR di LOKASI dikutip dari detik.com.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk menjauhi area terdampak longsor dan tidak menghalangi jalur evakuasi. Warga juga diminta terus mengikuti informasi resmi dari BPBD, Basarnas, dan aparat setempat guna menghindari penyebaran informasi yang keliru.

Bencana longsor di Cisarua kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah rawan perbukitan, khususnya saat musim hujan. Evaluasi terhadap mitigasi bencana, sistem peringatan dini, serta tata ruang kawasan rawan longsor dinilai menjadi hal mendesak untuk mencegah jatuhnya korban di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *