CampusNet – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Pada ajang Global Sustainability Challenge Regional Final yang digelar di Zhejiang University, Hangzhou, China, tim mahasiswa UGM berhasil meraih First Prize atas karya inovatif mereka dalam bidang manajemen kebencanaan berbasis teknologi digital.
Kompetisi ini merupakan bagian dari tantangan global yang mempromosikan solusi kreatif terhadap isu lingkungan dan sosial berkelanjutan. Final regional di China mempertemukan tim-tim multidisiplin dari berbagai negara yang bersaing untuk menghasilkan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata terhadap isu dunia, terutama terkait kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana alam.
Resilient360: Solusi Kebencanaan Terintegrasi Berbasis Teknologi
Tim dari UGM yang berpartisipasi dalam kompetisi ini dikenal dengan nama Team Tycoon. Anggota utamanya adalah Satwika Nino Wandhana, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), bersama beberapa mahasiswa UGM dan mahasiswa internasional dari Hong Kong University of Science and Technology (HKUST).
Inovasi yang mereka kembangkan diberi nama Resilient360 — sebuah platform terintegrasi untuk manajemen kebencanaan yang memanfaatkan teknologi digital canggih seperti sistem peringatan dini, aplikasi mobile berbasis komunitas, dan drone logistik berbasis AI dalam satu ekosistem terpadu.
Resilient360 dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan efektivitas respons darurat saat terjadi bencana alam. Platform ini dapat membantu mempercepat penyaluran bantuan melalui pelacakan drone, memetakan risiko secara real-time menggunakan data geospasial, serta menyediakan informasi yang akurat dan cepat kepada tim penanggulangan bencana dan komunitas terdampak.
Tantangan dan Kolaborasi Tim Multidisiplin
Keberhasilan Tim Tycoon tidak lepas dari kerja keras serta kolaborasi lintas disiplin ilmu dan negara. Anggota tim yang berasal dari berbagai latar belakang akademik dan jadwal padat harus menyesuaikan waktu serta metode kerja untuk menyatukan ide dan strategi mereka.
Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan interdisipliner dalam menyelesaikan masalah kebencanaan global dengan dukungan teknologi digital, sekaligus menunjukkan potensi besar inovasi mahasiswa Indonesia dalam menjawab tantangan dunia nyata.
Makna dan Dampak Kemenangan di China
Meraih First Prize di ajang Global Sustainability Challenge menegaskan kapasitas mahasiswa UGM dalam bersaing di tingkat internasional dan menghasilkan karya inovatif dengan skala global. Prestasi ini bukan hanya membanggakan secara individu maupun institusi, tetapi juga mengangkat citra SDGs (Sustainable Development Goals) terutama dalam aspek ketahanan komunitas, teknologi, dan kemitraan antar lembaga internasional.
Lebih jauh, inovasi seperti Resilient360 menunjukkan bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam mitigasi risiko bencana dan respons darurat — perubahan penting di era di mana bencana alam menjadi tantangan berulang di banyak negara.
Kesimpulan
Prestasi tim mahasiswa UGM meraih juara pertama di Regional Final Global Sustainability Challenge di China adalah contoh nyata kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan mahasiswa Indonesia dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang relevan dengan tantangan global. Dengan inovasi seperti Resilient360, generasi muda tidak hanya bersaing di forum internasional, tetapi juga menghadirkan platform yang berpotensi membantu masyarakat dalam mitigasi dan penanggulangan bencana secara efektif.
Baca juga: Mahasiswa ITS Buat Inovasi Deteksi TBC Lewat Suara Batuk


