CampusNet – Generasi muda Indonesia kembali berprestasi di panggung dunia. Tim mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih medali perak dalam kompetisi internasional International Student Competition (ISC) 2026 berkat inovasi teknologi yang membantu deteksi risiko maternal atau komplikasi kehamilan secara lebih dini.
Inovasi ini dipresentasikan di depan dewan juri pada ajang yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, dan berhasil bersaing ketat dengan lebih dari 100 tim mahasiswa dari berbagai negara di Asia dan Afrika.
Solusi Teknologi untuk Risiko Kehamilan
Teknologi yang dikembangkan oleh tim mahasiswa ini menggunakan pendekatan ilmiah dan digital untuk memantau kondisi kesehatan ibu hamil, dengan tujuan mengantisipasi risiko komplikasi kehamilan sejak dini. Inovasi semacam ini menjadi penting karena komplikasi selama masa kehamilan masih menjadi tantangan kesehatan global yang memengaruhi keselamatan ibu dan bayi.
Tim yang meraih penghargaan perak ini berasal dari berbagai latar disiplin ilmu, termasuk kedokteran, farmasi, pendidikan bahasa, dan komunikasi. Kolaborasi antarbidang ini menunjukkan kekuatan pendekatan interdisciplinary research dalam menciptakan solusi kesehatan yang relevan dan aplikatif.
Kompetisi Internasional dan Prestasi Indonesia
International Student Competition (ISC) 2026 merupakan ajang ilmiah yang diselenggarakan oleh Universiti Putra Malaysia (UPM). Kompetisi ini menantang mahasiswa dari berbagai negara untuk mempresentasikan paper dan demo solusi inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Keikutsertaan tim UMM dalam kompetisi ini menunjukkan bahwa talenta teknologi dan riset dari Indonesia kini mampu bersaing secara global. Prestasi ini tidak hanya membanggakan bagi kampus, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya melalui riset dan inovasi.
Dampak Teknologi Deteksi Risiko Maternal
Inovasi teknologi deteksi risiko kehamilan ini berpotensi memberikan manfaat nyata di banyak wilayah, khususnya di komunitas yang memiliki akses layanan kesehatan terbatas. Jika dikembangkan lebih lanjut, solusi ini bisa:
- Meningkatkan deteksi dini tanda bahaya kehamilan
- Mendukung tenaga kesehatan dalam pengambilan keputusan klinis
- Mengurangi angka kematian maternal dan neonatal di masyarakat
Kolaborasi multidisiplin mahasiswa UMM dalam menciptakan teknologi ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pada solusi nyata yang berkontribusi pada sustainable development bidang kesehatan.


