CampusNet – Siapa sih yang nggak suka serangga? Ya walaupun banyak yang geli dan gak terlalu suka dengan serangga, ternyata masih banyak juga lo peran mereka di kehidupan kita. Salah satunya adalah di bdang pangan. Kebanyakan industri pangan, seperti pertanian dan perkebunan sering kali memanfaatkan serangga secara tidak langsung. Dalam hal apa? Yakni dalam hal penyerbukan.
Serangga bisa menjadi komponen penting dalam pertanian karena mereka mampu menolong proses penyerbukan tanaman. Serangga seperti lebah dan kupu-kupu berperan dalam proses penyerbukan alami. Tidak menutup kemungkinan juga dalam hal pengomposan tanah. Banyak juga serangga yang berperan dalam pembusukan sampah dan penggemburan pada tanah pertanian maupun perkebunan.
Di sisi lain, serangga juga berperan dalam rantai makanan. Banyaknya predator-predator seperti burung, reptil, dan amfibi yang memangsa serangga, membutuhkan mereka untuk bertahan hidup. Jika tidak adanya serangga, maka ekosistem mereka akan berkurang. Serta dapat mengurangi populasi tersebut, bahkan mengakibatkan kepunahan.
Kepunahan dalam serangga sendiri juga terjadi karena beberapa hal. Beberapa tindakan yang berasal dari manusia, seperti penggunaan pestisida berlebih, alih fungsi lahan, dan hilangnya habitat menjadi faktor kepunahan serangga.
Karena beberapa alasan inilah, mahasiswa dari Universitas Negeri Jember (UNEJ) mencetuskan ide Entosphere. Sebuah laboratorium serangga berbasis AI yang berfungsi untuk edukasi kepada anak-anak di kelas. Serta, untuk keperluan di luar kelas seperti pertanian dan menjaga populasi mereka di alam.
Mengenal Laboratorium Serangga Entosphere dari UNEJ
Melansir dari website resmi Universitas Negeri Jember, ide Entosphere awalnya berasal dari kekhawatiran mahasiswa akan populasi serangga yang terus menurun. Tiga mahasiswa dari Pendidikan Biologi FKIP UNEJ mencoba mencari solusi metode pembelajaran serangga yang aplikatif dalam menjaga ekosistem. Bukan hanya sekadar belajar serangga melalui teori. Hasilnya, melalui esai yang mereka buat, muncullah ide Entosphere, sebuah laboratorium serangga interaktif yang terintegrasi AI dan sensor otomatis.
Cara kerjanya AI akan mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis. Melalui integrasi teknologi tersebut, nantinya pengumpulan data di alam secara sistematis dan real time. Serta tanpa mengganggu aktivitas alami mereka. Sehingga, data yang terkumpul akan lebih akurat dan terstandar, serta terasa alami.
Data ini nantinya juga bisa terhubung ke sekolah agar anak-anak mampu memelajari pola hidup serangga secara terstandar. Perilaku alamiah serangga yang tertangkap dalam lab ini, bisa menjadi bahan analisis siswa untuk memelajari pola perilaku mereka di alam.
Selain itu, ide ini juga bisa menyambung ke bidang pertanian. Dengan adanya data real time dan pola perilaku serangga di alam, maka petani juga bisa menyesuaikan data tersebut dengan kegiatan pertanian mereka. Mereka bisa melakukan monitoring hama, pelepasan serangga ke alamnya, bahkan memanfaatkan serangga predator untuk mengurangi hama pertanian.
Meski masih dalam bentuk esai, namun inovasi ini merupakan langkah awal dalam perlindungan serangga dalam ekosistem secara keseluruhan. Inovasi ini bisa saja berlanjut dan menjadi program secara riil. Atau terhenti hanya sebagai inovasi di atas kertas. Namun perlu menjadi sebuah catatan, bahwa inovasi ini bisa terwujud sesuai harapan, apabila ada keinginan kuat untuk melanjutkannya. Baik dari akademisi, pembuat kebijakan, industri terkait, atau dari para pencetusnya sendiri.
Baca juga: Mahasiswa ITB Ubah Minyak Jelantah Jadi Cat Rumah: Loh Kok Bisa?


