Mahasiswa Untag Surabaya Ciptakan Alat Deteksi Kualitas Air Minum, Terinspirasi dari Pengalaman di Gunung

CampusNet – Seorang mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil menciptakan alat inovatif yang mampu mendeteksi kualitas air minum. Inovasi ini lahir dari pengalaman nyata sang mahasiswa saat melakukan aktivitas pendakian gunung, lalu dikembangkan menjadi karya ilmiah yang dipamerkan dalam prosesi wisuda kampus.

Ide dan Awal Pengembangan Alat

Adalah Aditya Vahresi Ramadhan, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, yang mengembangkan alat bernama Sistem Deteksi Kualitas Air Minum Kemasan dan Isi Ulang Berbasis Sensor pH dan Turbidity. Ide awalnya muncul ketika ia sering menemukan sumber air di jalur pendakian yang diminum langsung tanpa jaminan kualitas. Hal ini memicunya berpikir: bagaimana memastikan air yang diminum aman secara terukur, bukan hanya berdasarkan rasa percaya semata.

Menurut Aditya, banyak pendaki yang meminum air langsung dari sumber di alam tanpa mengetahui tingkat kesucian atau kemungkinan kontaminasinya. Kesadaran ini kemudian dibawa ke ruang akademik dan menjadi fokus tugas akhir dengan bimbingan dosen pembimbing Ir. Kukuh Setyajid, M.T.

Cara Kerja & Teknologi yang Digunakan

Alat deteksi yang dikembangkan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang terintegrasi dengan sensor pH dan sensor turbidity. Sensor pH berfungsi mengukur tingkat keasaman air dalam rentang 1–14, dimana air minum yang layak umumnya berada di kisaran pH 6,5–8,5. Sementara itu, sensor turbidity mendeteksi tingkat kekeruhan sebagai indikator keberadaan partikel asing dalam air.

Hasil pengukuran ditampilkan melalui layar LCD, menunjukkan nilai pH, tingkat kekeruhan, serta indikator kelayakan air untuk diminum. Sistem tersebut dirancang sederhana agar mudah digunakan, termasuk di lapangan atau area luar ruangan.

Tantangan dalam Pengembangan

Proses pengembangan tidak lepas dari tantangan, terutama kalibrasi sensor pH dan turbidity agar mampu memberikan data yang akurat dan relevan sesuai kondisi nyata di lapangan. Kesalahan kalibrasi dapat membuat hasil pengukuran menyimpang dari kenyataan.

Manfaat Alat bagi Masyarakat

Alat ini dinilai memiliki manfaat luas karena memastikan kualitas air minum tidak lagi sekadar berdasarkan asumsi visual, tetapi dengan data terukur. Hal ini penting tidak hanya bagi konsumen air minum kemasan dan depot isi ulang, tetapi juga bisa menjadi alat bantu bagi pelaku usaha untuk melakukan kontrol kualitas air secara mandiri.

Menurut Aditya, dengan adanya data hasil pengukuran, masyarakat dapat lebih yakin terhadap air yang mereka konsumsi, sementara pelaku usaha dapat menggunakan alat tersebut sebagai sarana kontrol kualitas untuk menjaga kepercayaan konsumen.

Harapan ke Depan

Karya ini dipilih sebagai salah satu inovasi menarik oleh calon wisudawan Untag Surabaya dan akan dipamerkan di acara wisuda kampus pada 14–15 Februari 2026. Aditya berharap inovasinya dapat terus dikembangkan oleh mahasiswa lain di lingkungan kampus dan menjadi inspirasi lahirnya inovasi lain yang memberikan dampak langsung pada masyarakat dan industri.

Ia juga berharap alat ini bisa mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas air minum dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *