CampusNet – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yulianto mendorong gerakan industrialisasi melalui sains dan teknologi di Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui acara Seminar Nasional Alumni ITB80, Brian Yulianto menyoroti tantangan deindustrialisasi di Indonesia. Menurutnya, untuk mencapai negara maju Indonesia Emas 2045, pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8%, terutama di sektor manufaktur.
Mendiktiasintek, Brian menyoroti sektor manufaktur berdampak pada produktivitas dan daya saing nasional. Peluang bonus demografi dan sumber daya alam yang melimpah bisa menjadi salah satu pendorong tumbuhnya pertumbuhan ekonomi menuju 8%. Namun, hal ini akan lebih optimal jika riset, inovasi, dan kolaborasi dari pihak pendidikan, industri, dan pemerintah melakukan kerja sama yang efektif dan efisien.
Industrialisasi Sains & ITB
Dalam seminar nasional ITB, selain mendiktisaintek, rektor ITB, Tatacipta Dirgantara juga memberikan pandangan terkait industrialisasi di bidang sains. “Untuk menjadi negara maju dan berpenghasilan menengah, kunci utama Indonesia bukan lagi soal eksploitasi sumber daya alam semata, melainkan pada kekuatan sumber daya manusia dan teknologi”.
Ketua alumni ITB, Catur Iriyanto juga mengedepankan bahwa seminar nasional ini bisa menjadi wadah diskusi perencanaan, penguatan teknologi, dan pertumbuhan ekonomi untuk pihak-pihak terkait. Alumni ITB juga mendapat himbauan agar mampu berkontribusi menjembatani gagasan strategis dengan implementasi kebijakan di pemerintahan. Selain itu, alumni juga akan memberikan kontribusi nyata melalui pengalaman, pemikiran, dan jejaring yang dimiliki. Sehingga, mampu mendorong Indonesia yang lebih produktif, infklusif, dan berdaya saing untuk menguatkan industrialisasi melalui sains dan teknologi.
Impian Menjadi Negara Maju
Bukti nyata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, membuahkan hasil dengan terciptanya dokumen yang berjudul White Paper Indonesia Emas 2045. Berisi rekomendasi strategis dan kebijakan yang bisa dieksekusi secara nyara. Serta, memerkuat jejaring kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan komunitas inovasi.
Isi dokumen ini juga membahas terkait kebijakan makro ekonomi, reformasi struktural dan riil, serta modernisasi UMKM milik masyarakat. Pertumbuhan sumber daya manusia juga menjadi pembahasan penting dalam dokumen ini. Penguatan pendidikan dan talenta nasional, serta penguatan peran digital dan kecerdasan buatan nantinya akan menjadi fokus penting dalam peningkatan sumber daya manusia yang unggul.
Baca juga: Batuk Pilek Saat Hujan? Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya!


