Mengenal Graduate School of Economics: S2 FEB-nya Tokyo University!

CampusNet – Buat anak-anak FEB, atau fokus pendidikan di bidang ekonomi, Graduate School of Economics, Tokyo University adalah pilihan yang tepat. Sekolah pascasarjana di kampus nomor 1 Jepang ini menawarkan berbagai pelatihan dan pendidikan ekonomi agar bisa bersaing di skala internasional. Para lulusannya mendapatkan pendidikan, pengetahuan, dan pelatihan agar bisa berpartisipasi secara profesional di bidang akademik. Untuk memecahkan berbagai masalah ekonomi dengan skala global.

Sehingga, para anggota dan pengajar dalam sekolah pascasarjana ini merupakan para pemimpin di bidang keahlian masing-masing. Bahkan, sekolah pascasarjana ini menjadi pusat penelitian ekonomi bagi para ilmuwan di Jepang, bahkan Asia. Maka tidak sedikit peneliti dari luar Jepang, khususnya Asia melakukan kerja sama di bidang akademis bersama para anggota sekolah, maupun dengan sekolah itu sendiri. Dalam bentuk seminar, penelitian, proyek gabungan, maupun konferensi internasional.

Dengan keterbukaannya sekolah pascasarjana ini dengan akademisi luar, mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan juga sangat terbuka. Mahasiswa yang memiliki pemikiran hebat di bidang ekonomi akan mendapatkan sambutan di sekolah pascasarjana ekonomi, Tokyo University. Dengan kesempatan ini, alangkah lebih baiknya, calon mahasiswa sekolah pascasarjana eknomi, Tokyo University mengenal divisi dan department yang ada di sana.

Departemen di Graduate School of Economics Tokyo University

Melansir dari website resmi Tokyo University, sekolah pascasarana ekonomi terbagi menjadi 2 divisi yang memilki minat ilmu yang berbeda. Adapun 2 divisi ini kembali terbagi menjadi beberapa departemen. Hal ini tentunya untuk mendorong minat mahasiswa dan memberikan ilmu yang lebih terspesialisasi dan memiliki tingkat pemahaman yang lebih tinggi.

Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut:

  1. Division of Economics
    • Department of Economics
    • Department of Statistics
    • Department of Area Studies
    • Department of Economic History
  2. Division of Management
    • Department of Management
    • Department of Quantitative Finance

Sayangnya, kebanyakan department di Graduate School of Economics di Tokyo University mengharuskan mahasiswa memiliki kemampuan Bahasa Jepang, minimal N1. Hal ini kemungkinan besar karena pembelajaran yang terjadi di kelas mayoritas menggunakan Bahasa Jepang. Sehingga, mahasiswa international pun harus memiliki kemampuan bahasa agar mampu memahami materi dengan baik.

Department of Economics menjadi satu-satunya yang tidak mengharuskan mahasiswa memiliki kemampuan berbahasa Jepang. Karena materi kelas kemungkinan besar menggunakan Bahasa Inggris, namun tidak menutup kemungkinan menggunakan Bahasa Jepang. Namun, hal ini hanya berlaku untuk program Magister (S2). Untuk program S3 (Doctoral) harus memiliki kemampuan berbahasa Jepang.

Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah berarti karena kemampuan bahasa dapat dipelajari siapa saja. Bahkan, mahasiswa internasional biasanya mendapatkan kelas khusus Bahasa Jepang ketika sudah menjadi mahasiswa di sana. Tidak menutup kemungkinan mahasiswa dengan ide penelitian yang baik juga bisa mendapat kesempatan berkuliah dengan kemampuan bahasa yang sudah ada. Namun, tentunya kebutuhan berbahasa Jepang dalam tingkat ini sangat menjadi kebutuhan karena buku kajiannya menggunakan bahasa yang rumit. Beberapa istilah yang ada dalam buku mungkin asing di mata mahasiswa, bahkan di mata orang Jepang itu sendiri. Sehingga, persiapan bahasa sangat penting apabila ingin melanjutkan pendidikan di Tokyo University.

Baca juga: Mengenal Graduate School of Arts and Sciences Tokyo University!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok