CampusNet – Walaupun banyak sekali yang lanjut kuliah saintek di Jepang, bukan berarti S2 Soshum di Jepang tidak menarik ya. Buat anak-anak soshum masih bisa lo lanjut pendidikan S2 maupun S3 ke Jepang, khususnya di Tokyo University. Tepatnya di Graduate School of Humanities and Sociology (GSHS).
Sekolah pascasarjana ini bisa jadi salah satu Graduate School tertua di Tokyo University. Berdiri sejak 1953 sebagai School of Humanities, 10 tahun kemudian berdiri juga School of Sociology. Pada tahun 1995, kedua sekolah ini melakukan merger sehingga menjadi satu sekolah pascasarjana Humanities and Sociology.
Lalu sebenarnya apa yang menjadi fokus pembelajaran di sekolah pascasarjana ini? Bisa kita sebut sebenarnya GSHS ini merupakan S2 gabungan dari FISIP dan FIB kalau di Indonesia. Sekolah ini fokus kepada penelitian dan pembelajaran yang ada di masyarakat, dengan fokus 3 hal, yakni sejarah, bahasa, dan society (masyarakat). Sehingga beberapa departemen dan fokus penelitiannya nanti berfokus pada 3 hal tersebut. Dengan keunikan dan latar belakang budaya masing-masing dari para mahasiswa dan peneliti yang ada di sana.
Departemen di Graduate School of Humanities and Sociology
Departemen yang ada di GSHS memberikan fokus penelitian dan pembelajaran bagi mahasiswa. Terdapat 7 departemen yang ada di GSHS, yang berdasarkan pada 3 hal fokus yang ada di atas, yakni sejarah, bahasa, dan society. Departemen ini memberikan spesialisasi keilmuan kepada peneliti. Sehingga peneliti bisa memilih fokus pada bidang studi yang mereka tekuni. Adapun, 7 departemen yang ada di GSHS adalah sebagai berikut:
- General Culture
- Japanese Studies
- Asian Studies
- European & American Studies
- Socio-cultural Studies
- Cultural Resources Studies
- Korean Studies
Catatan untuk Calon Mahasiswa
Sayangnya, kebanyakan kelas di GSHS menggunakan Bahasa Jepang dan tidak banyak bahkan mungkin ada yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sama sekali. Sehingga, bagi calon mahasiswa, GSHS mengharapkan kemampuan Bahasa Jepang yang cukup baik sebelum mendaftar ke sekolah pascasarjana.
Hal ini tentu bukan menjadi penghalang, karena bahasa Jepang, meskipun banyak yang mengatakan salah satu bahasa tersulit di dunia, tetap bisa dipelajari. Sehingga, apabila calon mahasiswa memang memiliki niat untuk belajar di sana, maka salah satu bekal yang sebelum mendaftar adalah kemampuan bahasa Jepang. Calon mahasiswa tentu bisa memelajari bahasa dari mana saja, baik dari bimbel resmi, maupun sekadar belajar daring.
Apabila tertarik pada sekolah pascasarjana ini, dapat mengunjungi website resmi Tokyo University dan website resmi GSHS.
Baca juga: Mengenal Graduate School of Frontier Sciences: Meneliti Bidang-Bidang Baru di Tokyo University!


