Mengubah Wacana Tahunan menjadi Kenyataan dengan Jurnal Resolusi

CampusNet – Selamat datang di pertengahan Januari, minggu-minggu penanda sepatu lari baru semakin jarang digunakan dan keanggotaan gym mulai sekadar menjadi hiasan dompet. Kita semua lihai untuk membuat daftar resolusi yang rasanya tak masuk di akal, namun kepayahan untuk mengeksekusinya. Kalau resolusimu tahun ini sudah menunjukkan gejala ‘mati suri’, mungkin kamu nggak butuh motivasi tambahan, tapi butuh jurnal resolusi. Kok bisa?

Kenapa Jurnal Resolusi Itu ‘Sakti’?

Journaling adalah metode mencatat teratur, biasanya harian. Journaling dapat membantu kita melepaskan pikiran, perasaan, maupun refleksi tentang apa yang terjadi di hari tersebut. Fleksibilitas dan fungsinya membuat tren menulis jurnal harian semakin populer di kalangan anak muda. 

Tidak sekadar menulis, menulis jurnal harian dapat membangun komitmen kita dengan diri sendiri. Melansir dari Upworthy, journaling dapat membantu membedakan keinginan sesaat dari resolusi jangka panjang. Menulis juga dapat melepaskan stres akibat merasa tertinggal (Fear of Missing Out). Melalui tulisan jurnal, kita akan semakin kenal dengan diri sendiri dan pola-pola yang kita lakukan. Dari pola tersebut kita akan dapat mengetahui alasan sebenarnya terkait resolusi yang tidak tercapai di tahun sebelumnya. 

Cara Jurnal Mengawal Resolusimu 

Agar jurnalmu semakin bermakna, terdapat beberapa strategi yang dapat membantumu mewujudkan resolusi. Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode SMART, dengan detail sebagai berikut:

  • Spesific: Resolusi harus spesifik, yakni memiliki definisi yang jelas.
  • Measurable: Resolusi harus terukur, sehingga memudahkan kita untuk melacak dan mengevaluasi keberhasilannya.
  • Achievable: Resolusi harus realistis dan dapat tercapai dengan realistis.
  • Relevant: Resolusi tahun ini sebaiknya relevan dengan resolusi jangka panjangmu.
  • Time-bound: Atur batas waktu agar termotivasi mewujudkan resolusimu.

Setelah resolusi terukur, langkah selanjutnya adalah mencatatnya. Ini adalah saat yang tepat untuk memulai journaling. Selayaknya bermain gim, kita butuh progress bar untuk melihat sejauh mana gim telah kita tamatkan. Selain menjadi pengingat, menuliskan resolusi serta target pencapaiannya dapat membuatmu semakin termotivasi, berbanding terbalik dengan tidak menulis resolusi sama sekali. Jurnal akan menjadi saksi perjuanganmu mewujudkan resolusi, apabila kamu sedang lelah atau merasa jauh dari tujuanmu, jurnal dapat menjadi pengingat sejauh mana kamu telah berjuang. 

Tips Memulai Jurnal Resolusi Anti-Gagal 

Agar kamu tidak kebingungan untuk memulai jurnal resolusi, kamu dapat mengikuti beberapa tips di bawah ini:  

1. Pilih senjata yang tepat

Kamu perlu memilih media menulis jurnal sesuai kebiasaan dan kebutuhan sehari-hari. Meskipun banyak praktisi yang menyarankan jurnal fisik, kamu tetap dapat menggunakan jurnal apabila lebih pas dengan keseharianmu. Kuncinya adalah memilih media yang dapat mendorong konsistensi dan penggunaan setiap hari. Saat ini juga sudah marak penjualan templat siap pakai. Apabila kamu merasa cocok dengan templat tersebut, tidak ada salahnya membiasakan diri menjurnal menggunakan templat. 

2. Jangan Hanya Menulis “Apa”, tetapi Juga “Mengapa” (The Why)

Menulis jurnal yang bagus sebaiknya tidak hanya berhenti pada tujuan yang bersifat umum. Kita dapat menambahkan alasan emosional agar tujuan terasa lebih bermakna. Selain itu, alasan yang kuat juga dapat kita bertahan di saat motivasi mulai menurun. 

3. Bangun Ritual atau Rutinitas 

Journaling hanya akan efektif jika dilakukan secara rutin. Untuk membentuk rutinitas tersebut, kamu dapat menentukan waktu khusus di setiap hari, salah satunya adalah saat menjelang tidur. Rutinitas yang dibangun dapat membantu menulis jurnal menjadi kebiasaan, bukan sekadar aktivitas musiman. 

4. Catat Hambatan, Bukan Hanya Pencapaian

Jurnal tidak hanya mencatat keberhasilan, namun juga proses di baliknya. Hambatan dan kegagalan yang muncul juga harus tercatat untuk membantu proses evaluasi diri dengan objektif. 

Penutup 

Resolusi butuh eksekusi, dan eksekusi butuh dokumentasi. Memulai hari ini berarti memetik buahnya satu hari lebih cepat dibandingkan dengan memulai esok hari. Yuk ambil pulpen dan segera buat jurnal resolusimu sekarang!

Baca Juga: Manfaat Menulis Jurnal untuk Kesehatan Mental

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *