Mobil Hidrogen Antasena ITS Tembus Kejuaraan Global Setelah Sabet Penghargaan di Qatar

CampusNet – Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membuat bangga Indonesia dengan prestasi membanggakan dalam kompetisi Shell Eco-marathon (SEM) Asia Pacific & Middle East 2026 yang digelar di Qatar. Salah satu karya unggulan mereka, mobil hidrogen Antasena, berhasil meraih penghargaan dan lolos ke Shell Eco-marathon Global Championship 2027 di Inggris.

Antasena ITS: Mobil Hidrogen Inovatif Karya Mahasiswa

Mobil hidrogen yang dikembangkan oleh Tim Antasena ITS, bernama Falcon 3.0, mencatatkan prestasi luar biasa dalam ajang SEM 2026. Dengan efisiensi energi hingga 498 km per m³ hidrogen, tim ini meraih beberapa penghargaan penting:

  • Juara 1 Technical Innovation Award
  • Juara 2 Prototype Hydrogen Fuel Cell
  • Lolos kualifikasi ke Shell Eco-marathon Global Championship 2027 di Goodwood, Inggris.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi kendaraan berbasis energi hidrogen buatan mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan kompetitor internasional dan mencuri perhatian dunia teknologi otomotif berskala global.

Bagaimana Perlombaan Shell Eco-marathon Bekerja

Shell Eco-marathon adalah kompetisi tahunan yang menantang tim universitas dan profesional dari seluruh dunia untuk merancang, membangun, dan mengendarai kendaraan dengan efisiensi bahan bakar tertinggi. Uni East dan tim ITS berkompetisi dalam kategori berbeda berdasarkan jenis energi, termasuk hydrogen fuel cell, electric battery, dan mesin pembakaran internal.

Di kategori hydrogen fuel cell, tim Antasena bersaing ketat dengan tim dari berbagai negara dan berhasil menunjukkan performa teknis unggul melalui desain dan sistem kendaraannya yang inovatif.

Makna dari Prestasi ITS di Qatar

Keberhasilan Antasena ITS membawa mobil hidrogen hingga level global memberi beberapa dampak positif, antara lain:

Pengakuan Internasional

Prestasi juara dan lolos ke putaran dunia memberi pengakuan bahwa karya mahasiswa Indonesia dapat bersaing di level internasional, terutama di bidang teknologi ramah lingkungan.

Dorongan untuk Inovasi

Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi mahasiswa dan peneliti muda Indonesia untuk terus mendorong batasan inovasi teknologi berkelanjutan.

Meningkatkan Fokus pada Energi Bersih

Mobil hidrogen seperti Antasena menunjukkan bahwa teknologi energi bersih layak menjadi salah satu fokus riset di masa depan. Hidrogen sendiri digadang sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan memiliki potensi besar dalam transportasi masa depan.

Tim ITS Lainnya Juga Berprestasi

Selain Antasena, tim lain dari ITS seperti Sapuangin dan Nogogeni juga meraih penghargaan di Shell Eco-marathon. Sapuangin bertanding di kategori kendaraan urban efisien dan Nogogeni berhasil meraih posisi juara di segmen mobil listrik Battery Electric, menegaskan konsistensi ITS dalam menciptakan solusi hemat energi berbasis teknologi tinggi.

Persiapan Menuju Kejuaraan Dunia 2027

Dengan lolos ke Global Championship 2027, tim Antasena akan bersiap kembali menghadapi tantangan yang lebih besar di Shell Eco-marathon tingkat global di Goodwood, Inggris. Kompetisi ini akan mempertemukan para inovator terbaik dari berbagai negara untuk memamerkan teknologi hemat energi terbaru.

Kesimpulan

Prestasi tim Antasena ITS dengan mobil hidrogen Falcon 3.0 adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di panggung inovasi teknologi global. Keberhasilan meraih penghargaan teknikal dan lolos ke kejuaraan global bukan hanya membawa nama ITS dan Indonesia di dunia, tetapi juga memperlihatkan potensi besar teknologi hidrogen sebagai masa depan transportasi berkelanjutan.

Baca juga: Mahasiswa ITS Buat Inovasi Deteksi TBC Lewat Suara Batuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok