CampusNet – Ohio State University tidak mau ketinggalan dengan penelitian kampus lain. Pasalnya, setelah peneliti dari Spanyol yang mampu menyembuhkan kanker pankreas, kampus di Amerika Serikat ini juga menyatakan mampu membunuh sel kanker. Sebelumnya juga, peneliti asal Korea telah melakukan penelitian dengan mengubah sel tumor untuk membunuh kanker. Walaupun kedua penelitian ini masih dalam tahap pengujian pada hewan.
Ohio University dengan peneliti utama Peixuan Guo berusaha melakukan penelitian pada RNA untuk menyembuhkan atau membunuh sel kanker. Penelitian ini melibatkan laboratorium Guo yang berisi Dr. Peixuan Guo dan kolega. Fokus penelitian ini terletak pada mengontruksi nano partikel pada RNA agar bisa menjadi target pengiriman. Sehingga, bisa membawa efek penyembuhan di dalam tubuh.
Melansir dari website resmi Ohio State University, Dr. Guo dan kolega berusaha mengubah sebuah nano partikel pada sebuah RNA agar bisa membawa obat untuk kemoterapi dan terapi lainnya. Sehingga, partikel ini bisa langsung menyerang sel tumor dan membunuh kanker yang bersarang di dalam tubuh. Bahkan, metode ini tidak memiliki efek samping penurunan sistem imun dan racun.
Profil Peneliti College of Pharmacy The Ohio State University
Penelitian Dr. Guo dan kolega merupakan penelitian dari laboratorium Guo College of Pharmacy. Fakultas ini meneliti berfokus pada penelitian penyakit, pengembangan dan penemuan obat, perkembangan pasien, dan penelitian lain di bidang farmasi.
Dr. Guo sendiri berfokus pada penerapan partikel lanjutan, pengembangan mekanisme gerak DNA, dan penerapan mekanisme gerak itu pada beberapa pengobatan. Keilmuan yang menjadi fokusnya, yakni kimia, bio fisika, biochemistry, nanotechnology, bioengineering, molecular biology, cell biology, computer modeling, dan pharmaceutical sciences. Fokus dalam nanotechnology dan biochemistry inilah yang menjadi pendorong Dr. Guo untuk meneliti kinerja RNA.
Pentingnya Penelitian RNA dalam Pengobatan Kanker
Menurut Dr. Guo, “Pengembangan teknologi terapi RNA sangat penting untuk mengobati metastasis kolorektal ke paru-paru karena belum ada obatnya”. Pasalnya hanya sekitar 16,2% pasien yang bertahan hidup dalam 5 tahun setelah mendapat diagnosis kolorektal cancer (kanker usus besar). Kanker kolorektal dengan stadium tinggi bisa merambat menjadi tumor sampai ke paru-paru.
Tikus menjadi uji coba pertama dalam terapi ini. Uji coba pertama dengan menyuntikkan tumor kanker kolorektal pada paru-paru. Tumor ini meniru sifat kanker kolorektal yang menyerang pada paru-paru manusia. Hasilnya, RNA yang sudah mendapatkan konstruksi dan menghasilkan partikel tertentu berusaha mengobati kanker selama 26 hari.
Seperti pada penelitian sebelumnya, tahapan masih dalam ruang lingkup uji coba pada binatang. Uji coba pada binatang merupakan langkah awal dalam penelitian lebih lanjut dengan subjek manusia. Harapan ke depannya, penelitian serupa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak untuk melakukan uji coba langsung. Sehingga, penelitian ini tidak hanya berhenti di uji coba laboratorium, melainkan mendapat erkembangan hingga penyembuhan praktis pada pasien manusia.
Baca juga: Tak Kalah dari Spanyol, Korea Berhasil Ubah Sel Tumor Untuk Bunuh Kanker!


