CampusNet – TOEFL (Test of English as a Foreign Language) menjadi salah satu syarat penting bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi S2. Banyak universitas mensyaratkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris ini sebagai bagian dari proses seleksi. Karena itu, calon peserta perlu melakukan persiapan TOEFL, memahami jenis TOEFL, mempersiapkan diri secara intensif, serta memilih lembaga tes yang kredibel.
Kenali Jenis TOEFL untuk Melanjutkan Studi S2
Calon mahasiswa perlu memahami jenis TOEFL yang biasanya digunakan untuk melanjutkan studi. Program S2 di dalam negeri umumnya menerima TOEFL ITP, sedangkan universitas luar negeri atau program internasional biasanya meminta TOEFL iBT.
TOEFL ITP sering digunakan untuk keperluan akademik di Indonesia. Banyak kampus menetapkan standar skor sekitar 500 hingga 550 untuk program magister. Sementara itu, TOEFL iBT biasanya mensyaratkan skor minimal 80 atau lebih untuk pendaftaran studi di luar negeri.
Persiapan TOEFL Sebelum Tes
Memulai belajar untuk persiapan TOEFL sebaiknya dua hingga tiga bulan sebelum tes. Calon peserta dapat menyusun jadwal latihan rutin selama satu hingga dua jam setiap hari.
Calon peserta dapat memfokuskan latihan pada beberapa bagian utama tes, seperti reading, listening, serta structure atau writing. Peserta juga dapat memulai latihan dengan mengikuti tes prediksi untuk mengetahui kemampuan awal mereka.
Selain itu, calon peserta perlu meningkatkan penguasaan kosakata akademik. Banyak soal TOEFL menggunakan teks bertema ilmiah, sosial, maupun sejarah.
Latihan dan Simulasi Tes
Peserta juga disarankan melakukan simulasi tes atau try out secara berkala. Latihan ini membantu peserta memahami format soal serta melatih manajemen waktu saat ujian.
Dengan simulasi yang rutin, peserta dapat mengurangi rasa gugup dan lebih terbiasa dengan kondisi tes yang sebenarnya.
Waktu Mengikuti TOEFL
Calon mahasiswa sebaiknya mengikuti tes TOEFL resmi satu hingga dua bulan sebelum batas pendaftaran S2. Jadwal ini memberi calon mahasiswa kesempatan untuk mengulang tes jika skor yang mereka peroleh belum mencapai target.
Sertifikat TOEFL juga memiliki masa berlaku sekitar dua tahun. Karena itu, peserta perlu mengatur waktu tes agar sertifikat masih berlaku saat proses pendaftaran.
Rekomendasi TOEFL Online Bersertifikat
Saat ini banyak lembaga menyediakan tes TOEFL online yang dapat diikuti dari rumah. Peserta tetap mendapatkan sertifikat resmi dengan sistem pengawasan daring. Biaya tes biasanya mulai dari sekitar Rp500 ribuan.
Beberapa lembaga yang menyediakan tes TOEFL online bersertifikat antara lain:
- Golden English (Golden Course) menyediakan tes TOEFL ITP resmi dari ETS serta tes prediction online untuk berbagai kebutuhan akademik dan administratif.
- YEC.co.id (Yureka Education Center) menyediakan TOEFL ITP online dengan sistem remote proctoring. IIEF menerbitkan sertifikat TOEFL yang mana merupakan lembaga resmi ETS di Indonesia.
- TITC Indonesia merupakan mitra resmi ETS yang menyediakan tes TOEFL ITP online dengan jadwal yang cukup fleksibel.
- Lembaga Bahasa Internasional Universitas Indonesia (LBI UI)
Alternatif Tes TOEFL Prediction
Beberapa lembaga juga menyediakan TOEFL Prediction selain tes resmi. Peserta dapat menggunakan tes ini untuk latihan atau memenuhi persyaratan tertentu.
- English Versity menyediakan tes TOEFL online gratis dengan sertifikat untuk mengukur kemampuan awal.
- LKP Webster menyediakan layanan tes TOEFL online dan memberikan sertifikat digital yang dapat peserta unduh dalam format PDF.
- Lembaga Bahasa LIA juga menyediakan tes bahasa Inggris online dengan format yang setara dengan TOEFL ITP.
Pilihan Tes TOEFL untuk Pengakuan Internasional
Peserta yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri dapat memilih TOEFL iBT Home Edition dari ETS. Peserta dapat mengikuti tes ini secara online dari rumah dengan sistem pengawasan resmi.
Selain itu, peserta juga dapat mengikuti TOEFL ITP resmi melalui lembaga yang bekerja sama dengan ETS, seperti IIEF atau ITC Indonesia. Sebelum mengikuti tes, peserta perlu memastikan jenis TOEFL yang diminta oleh universitas atau program beasiswa tujuan.


