Peluang Beasiswa Studi Singkat Australia Awards–AIPJ 3

CampusNet – Australia Awards bekerja sama dengan Australia-Indonesia Partnership for Justice Phase 3 (AIPJ 3) membuka beasiswa studi singkat 2026. Beasiswa ini berupa kursus bertema “Pemanfaatan Teknologi dan Data untuk Reformasi Sektor Keadilan dan Keamanan.”

Kursus singkat ini akan diselenggarakan selama dua minggu di Australia pada Mei atau Juni 2026. Penyelenggara juga akan melaksanakan lokakarya di Indonesia pada April 2026 selama dua hingga tiga hari. Hingga saat ini, pihak terkait masih menunggu konfirmasi lanjutan mengenai jadwal pelaksanaan.

Beasiswa kursus ini adalah beasiswa fully-funded dan sepenuhnya gratis. Penerima beasiswa akan mendapat berbagai fasilitas, mulai dari biaya kursus, akomodasi, tiket perjalanan, hingga uang saku harian.

Kursus ini ditujukan untuk pejabat tingkat menengah hingga tingkat 3 dari lembaga-lembaga berikut:

  • Bappenas
  • POLRI
  • Kejaksaan Agung
  • Mahkamah Agung
  • Kementerian Hukum
  • Kementerian Imigrasi dan Lembaga Pemasyarakatan
  • Badan Perlindungan Korban dan Saksi
  • Komisi Pemberantasan Korupsi
  • Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
  • Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Lembaga Pemasyarakatan
  • Kementerian Komunikasi dan Digital
  • Badan Pusat Statistik Indonesia (BPS)
  • Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (FPGA)
  • Organisasi Masyarakat Sipil
  • Universitas
  • Sektor swasta (misalnya firma hukum dan konsultan, asosiasi profesional).

Daftar Isi

Panduan Pendaftaran

Para peserta diseleksi dengan cara yang kompetitif, mereka diminta untuk:

  • Mengisi formulir lewat aplikasi daring pada link berikut: www.australiaawardsindonesia.org/id/AppLeveragingTechnology
  • Menjawab 4 pertanyaan seleksi.
  • Menguraikan latar belakang dan tanggung jawab mereka di sektor terkait melalui aplikasi daring.
  • Panel seleksi independen Australia hanya memilih 25 peserta berdasarkan prestasi, yang sesuai dengan profil peserta terkait posisi dan tanggung jawabnya, serta mengedepankan kesetaraan gender.
  • Panitia akan mengumumkan peserta terpilih pada akhir Maret 2026 dan melaksanakan tahap wawancara. Bagi peserta yang tidak hadir pada sesi wawancara akan otomatis gugur.

Kelengkapan Dokumen Pendaftaran:

  • Scan KTP.
  • Surat rekomendasi atasan.
  • Ijazah terakhir (minimal S1).
  • Sertifikat Kemampuan Berbahasa Inggris (opsional).
  • Masing-masing file yang diunggah maksimal berukuran 2MB.

Penting dicatat! Panitia akan menutup pendaftaran program beasiswa ini pada 12 Februari 2026 pukul 23.59 WIB.

Syarat Beasiswa Studi Singkat:

  • Minimal S1.
  • Mendapat surat izin/rekomendasi dari atasan saat ini.
  • Komitmen untuk mempersiapkan dan melaksanakan Proyek Penghargaan sebagai bagian dari kursus.
  • Komitmen untuk terlibat aktif dan membina jaringan dengan berbagai pemangku kepentingan.
  • Komitmen untuk menyebarluaskan pembelajaran dari kursus kepada kolega dan rekan sejawat.
  • Kemampuan kerja profesional dalam bahasa Inggris.
  • Beasiswa ini juga membuka akses bagi perempuan dari latar belakang kurang mampu serta penyandang disabilitas.

Studi singkat ini membekali peserta dengan berbagai materi dan keterampilan tentang pemanfaatan teknologi dan data untuk memperkuat kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas akses terhadap keadilan.

Selain itu, program ini menghadapkan peserta pada studi kasus di Australia dan Indonesia untuk mendalami teknologi terkini, tata kelola data, serta pertimbangan etika dalam reformasi sektor peradilan dan keamanan.

Baca juga: Beasiswa S2 Université Paris-Saclay 2026 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *