Pendidikan Anak SMK Belajar 4 Tahun, Satu Tahun Persiapan Kerja di Luar Negeri

CampusNet – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti mengatakan masa pendidikan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK), akan mendapatkan program pembelajaran selama empat tahun, program ini ditujukan untuk meningkatkan peluang kerja ke luar negeri bagi siswa SMK.

“Menyiapkan lulusan SMK yang siap untuk bekerja di mancanegara dan kami merencanakan SMK-SMK kita terutama SMK yang sudah berperingkat PK program unggulan ini nanti akan kami desain untuk menjadi SMK yang masa studinya sedikit lebih lama dari SMK yang lainnya,” ungkap Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Masa sekolah selama empat tahun tersebut terdiri dari tiga tahun sekolah umum dan satu tahun persiapan untuk bekerja di luar negeri. Setelah itu, lulusan dapat tersalurkan di perusahaan-perusahaan mancanegara. “SMK itu kita desain untuk nanti bisa belajar 4 tahun dan 1 tahun yang terakhir adalah untuk penyiapan mereka bekerja di mancanegara,” ujar Abdul Mu’ti.

Sertifikat untuk Modal Kerja

Rencananya untuk merealisasikan program ini, Kemendikdasmen menggandeng dua kementerian lain yakni Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan Kementerian Perlindungan Pekerja Imigran. “PKS ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang sudah kami tanda tangani dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran. Dan kami dengan Kementerian Ketenagakerjaan akan bekerjasama untuk pengembangan pelatihan bagi para siswa SMK untuk dapat praktek di BLK yang pengelolaannya oleh Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Mu’ti.

Nantinya, Kemenaker lewat Balai Latihan Kerja (BLK) akan menyediakan wadah bagi siswa melaksanakan praktek kerja. Dukungan Kementerian Pekerja Imigran, siswa yang telah matang akan tersalurkan ke perusahaan mitra di luar negeri.

Selain itu, siswa yang telah lulus studi empat tahun dan praktek di BLK akan mendapatkan sertifikat berstandar. Sertifikat ini bisa berguna bagi mereka untuk melamar pekerjaan di luar negeri. “Semoga SMK dapat kemudahan untuk mereka dapat praktik dan dapat sertifikat yang terstandar,” kata Mu’ti.

Mu’ti berharap program ini dapat menghasilkan talenta-talenta muda dengan skill yang selaras dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, akan menekan angka pengangguran.

“Harapannya dapat meningkatkan kemampuan atau skill mereka sesuai dengan bidang-bidang yang mereka tekuni, sehingga nantinya para lulusan SMK dapat memiliki sertifikat sesuai dengan program pelatihan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *