CampusNet – Gus Muhamad Rikza Saputro, S.Pd., M.Pd., M.M., M.H., dosen Ma’had Aly Askhabul Kahfi Semarang, berhasil mempublikasikan hasil penelitiannya dalam Jurnal Ilmiah Indonesia. Penelitian tersebut mengkaji peran strategis khidmah (pengabdian) dalam sistem pendidikan pesantren serta kontribusinya terhadap pembentukan spiritual dan sosial santri di tengah arus modernisasi dan transformasi digital yang semakin cepat.
Dalam penelitiannya, Gus Rikza menegaskan bahwa khidmah bukan sekadar aktivitas tradisional pesantren, melainkan instrumen pendidikan karakter yang memiliki dampak signifikan dalam membentuk nilai keikhlasan, kedisiplinan, kerja sama, dan solidaritas sosial santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik khidmah membentuk karakter dan ikatan sosial santri, sekaligus mengeksplorasi strategi adaptasi pesantren agar tradisi tersebut tetap relevan di era digital kontemporer.
Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka kualitatif, dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, antara lain buku akademik, jurnal ilmiah, regulasi resmi, serta media terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa khidmah terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang harmonis dan berkarakter. Namun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan, seperti meningkatnya individualisme dan ketergantungan pada teknologi, yang berpotensi mengancam keberlanjutan tradisi khidmah di pesantren.
Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan agar pesantren melakukan inovasi pengelolaan khidmah, antara lain dengan mengintegrasikan praktik pengabdian dalam program sosial dan digital tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar Islam. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan khidmah tetap menjadi sarana pendidikan yang efektif dalam pembentukan karakter dan penguatan kohesi sosial santri.
Penelitian ini memberikan kontribusi akademik yang signifikan bagi pendidik, pembuat kebijakan, serta pimpinan pesantren dalam merumuskan strategi pendidikan yang mampu menyeimbangkan antara pelestarian tradisi pesantren dan tuntutan pendidikan modern. Dengan demikian, khidmah tetap relevan sebagai pilar penting dalam pengembangan pendidikan pesantren yang berkelanjutan.


