CampusNet – Pernah membayangkan kalau nama seseorang dari Indonesia tercatat di luar angkasa? Ini bukan fiksi — ini nyata! Salah satu ilmuwan Indonesia yang namanya diabadikan menjadi nama asteroid resmi dunia adalah Prof. Premana Wardayanti Premadi, seorang guru besar astronomi di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Asteroid itu dikenal sebagai 12937 Premadi — nama yang kini menjadi bagian dari katalog benda langit yang dipakai oleh ilmuwan di seluruh dunia.
Siapa Prof. Premana Wardayanti Premadi?
Prof. Premana Wardayanti Premadi, yang sering dipanggil Prof. Nana, adalah astronom dan kosmolog terkemuka asal Indonesia. Ia lahir di Surabaya, 13 Juli 1964, dan merupakan figur penting dalam pengembangan astronomi di Indonesia.
Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana Sains Astronomi di ITB pada 1988, kemudian melanjutkan studi hingga meraih gelar Ph.D. di bidang astrofisika dari University of Texas at Austin, Amerika Serikat pada 1996. Ini menjadikannya salah satu perempuan Indonesia pertama yang meraih gelar doktor di bidang ini.
Prof. Premadi bukan hanya aktif di akademik — beliau juga pernah menjadi Kepala Observatorium Bosscha, pusat riset astronomi tertua dan paling bersejarah di Indonesia, dari tahun 2018 sampai 2023.
Asteroid 12937 Premadi: Cerita di Baliknya
Asteroid yang kini bernama 12937 Premadi sebenarnya telah ditemukan sejak 24 September 1964 oleh astronom Belanda C.J. van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld melalui foto teleskop Palomar Schmidt di Amerika Serikat.
Namun, selama bertahun-tahun asteroid itu hanya memiliki kode numerik saja. Baru pada 2017, International Astronomical Union (IAU) — otoritas resmi penamaan benda langit internasional — mengabadikan nama Prof. Premadi sebagai nama resmi asteroid tersebut.
Penamaan asteroid bukan hal yang bisa diajukan sembarangan. Nama seseorang hanya akan dipakai jika orang tersebut memiliki kontribusi besar bagi dunia ilmiah atau kemanusiaan, dan telah diusulkan melalui badan yang berwenang seperti IAU.
Kontribusi Ilmiah & Pendidikan
Prof. Premadi dikenal luas karena perannya dalam:
- Mengedukasi generasi astronom Indonesia di ITB, terutama dalam bidang astrofisika dan kosmologi.
- Mengajar dan menyampaikan orasi ilmiah tentang fenomena kosmik, seperti lensa gravitasi dan struktur alam semesta.
- Mendorong pendidikan astronomi untuk anak-anak melalui organisasi nirlaba dan program outreach seperti UNAWE Indonesia (Universe Awareness for Children) — yang memperkenalkan sains langit kepada masyarakat luas.
Kontribusinya sekaligus berdampak pada pengembangan kemampuan astronomi nasional dan internasional, sekaligus memotivasi generasi muda Indonesia untuk mengejar karier di bidang sains.
Mengapa Ini Penting?
Penghormatan berupa penamaan asteroid atas nama seorang ilmuwan Indonesia menunjukkan betapa tingginya pengakuan internasional terhadap capaian ilmuwan di Tanah Air. Ini bukan hanya penghargaan individual, tetapi juga simbol kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan global.
Di antara jutaan objek kecil di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter, asteroid 12937 Premadi menjadi bagian dari sejarah sains Indonesia — sebuah warisan yang tercatat selamanya di luar angkasa.
Penutup
Kisah Prof. Premana Wardayanti Premadi adalah inspirasi nyata bahwa kontribusi besar dalam sains bisa datang dari siapa saja — termasuk dari Indonesia. Dari Bandung hingga langit luar angkasa, nama beliau kini abadi di antara bintang dan asteroid.


