CampusNet – Pada Senin, 16 Maret 2026, Kemdiktisaintek menjamu Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A. K. Alsattari. Melalui kunjungan tersebut, kemdiktisaintek berupaya untuk melakukan kerja sama di bidang pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Peningkatan kualitas akademik juga menjadi salah satu pembicaraaan dalam diskusi ini. Hal ini karena Indonesia menilai Palestina mampu menjalin kerja sama yang baik bersama Indonesia.
Melansir dari website Kemdiktisaintek, beberapa program yang menjadi pembicaraan adalah peningkatan kualitas akademik dan pembukaan peluang studi mahasiswa Palestina ke Indonesia. Kemdiktisaintek juga berharap adanya kerja sama antarkampus, pertukaran akademisi, dan penelitian di berbagai sektor yang saling menguntungkan kedua negara.
Mendiktisaintek sendiri menyatakan bahwa kementerian dengan senang hati ingin mengundang para peneliti Palestina ke Indonesia. Menteri berharap peneliti Palestina nantinya bisa melakukan 1-2 bulan penelitian di Indonesia. Serta bekerja sama dengan akademisi di Indonesia untuk memerkuat hubungan yang baik anatara Indonesia dan Palestina.
Di sisi lain, dubes Palestina mengapresiasi niat Indonesia yang ingin membangun hubungan baik dengan bangsa Palestina. Mengingat kondisi Palestina saat ini sedang tidak dalam keadaan normal. Dubes Palestina berharap program tersebut dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kapasitas dan sumber daya manusia Palestina ke jejaring pendidikan yang lebih luas.
Kerja Sama Kemdiktisaintek dengan Palestina di Kondisi Sekarang Ini
Di tengah kekacauan yang terjadi di Timur Tengah, tentu langkah ini sangat baik untuk tindakan kemanusiaan antar negara. Indonesia berani menempatkan diri sebagai agen kerja sama di bidang pendidikan, di saat negara lain belum melakukan tindakan.
Salah satu program yang perlu mendapatkan apresiasi lebih adalah keinginan menteri untuk mengirim para akademisi, baik dari peneliti maupun mahasiswa ke Indonesia. Banyaknya fasilitas pendidikan yang hancur selama perang di Palestina sangat tidak memungkinkan rakyat di sana untuk memeroleh pendidikan. Sebaliknya pula, masyarakat Indonesia juga sangat tidak mendapat anjuran untuk melakukan penelitian di daerah bekas perang. Sehingga, salah satu cara terbaik adalah dengan membawa akademisi Palestina ke Indonesia. Selain melakukan kerja sama di bidang pendidikan, Indonesia juga bisa menjamin keamanan warga Palestina yang melakukan penelitian di Indonesia.
Baca juga: Transformasi Ekonomi Ala Kemdiktisaintek: Libatkan Kampus dan Industri!


