CampusNet – Kemdiktisaintek kembali menyatakan bahwa kampus meruakan salah satu faktor penting dalam transformasi ekonomi Indonesia. Dalam rakornas Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Brian Yulianto menyatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam akselerasi pembangunan. Terutama di yang memiliki basis inovasi dan kreatif.
Melansir dari website Kemdiktisaintek. pembangunan nasional tidak bisa bergerak sendiri. Adanya sinergi dari pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi gerakan wajib untuk memercepat laju perkembangan ekonomi. Perlunya kebijakan, ekonomi, dan produksi massal dapat mendorong kegiatan ekonomi yang lebih kreatif. Bahkan mendorong kegiatan ekonomi menadi lebih bervariasi sehingga pendapatan per kapita naik.
Adapun dalam rakornas tersebut, Menteri Brian Yulianto juga menyatakan terkait pembangunan nasional yang mendorong menjadi negara maju. Menurutnya, salah satu penyebab sebuah negara menjadi maju, adalah menargetkan pertumbuhan hingga 8% melalui riset, inovasi, dan kewirausahaan berbasis pengetahuan.
Target pendapatan per kapita dari Mendiktisaintek adalah US$15.500 ke atas. Sementara Indonesia masih pada angka US$5.500. Jika menyangkut perbandingan dengan negara maju di Asia, maka Indonesia bisa saja menjadi salah target yang cukup jauh untuk mengejar ketertinggalan. Karena jika berbanding dengan negara tetangga, Singapura memiliki pendapatan per kapita di sekitar US$80.000. Sementara negara maju Asia lainnya, seperti Jepang dan Korea Selatan ada pada angka US$60.000.
Kerealistisan Transformasi Ekonomi ala Kemdiktisaintek
Sinergi pada 3 pilar pemerintahan, perguruan tinggi, dan industri merupakan hal umum untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Inovasi dan riset kreatif dari perguruan tinggi bisa menjadi salah satu perangsang tumbuhnya kegiatan ekonomi dengan pengetahuan dan ide-ide yang baru.
Namun, perlu menjadi catatan, bahwa peran pemerintah dan kebijakannya juga memengaruhi lajur pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Kebijakan-kebijakan yang mendukung sebuah riset dan perizinan usaha tentu mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan inovasi dari perguruan tinggi, maupun minat produksi sebuah industri. Namun, regulasi yang mendorong mereka juga perlu menjadi sebuah landasan. Pasalnya, regulasi yang tidak berpihak pada perguruan tinggi maupun industri, juga tidak membawa inovasi tersebut pada sebuah kegiatan ekonomi. Kebijakan yang tidak pro rakyat dan banyaknya praktik KKN tentu sulit mendorong pertumbuhan ekonomi meski banyaknya inovasi dan keinginan produksi sebuah industri.
Sebaliknya, apabila kebijakan yang menjadi regulasi ini mendorong dan memermudah dalam izin penelitian maupun usaha, bahkan dalam pendanaan. Tentu produksi kreatif dalam masyarakat bisa meningkat dan pertumbuhan ekonomi semakin tinggi.
Banyaknya potensi alam dan kreativitas SDM Indonesia tentu bisa menjadi salah satu faktor ekonomi Indonesia dapat bersaing di skala global. Namun, sinergi yang Mendiktisaintek sampaikan harus bekerja sama-sama baik, agar mendorong ekonomi kreatif dan inovatif bisa mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi di masyarakat.
Baca juga: Mendiktisaintek Dorong Penggunaan Maggot: Apa itu?


