Trump Minta Sekutu Amankan Selat Hormuz, Iran Bersumpah Tingkatkan Serangan

CampusNet – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara-negara sekutu membantu mengamankan Strait of Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak paling penting di dunia.

Permintaan tersebut muncul di tengah konflik yang semakin memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Trump menyatakan Washington telah berkomunikasi dengan sekitar tujuh negara untuk membentuk koalisi guna menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak global, sehingga gangguan di kawasan ini dapat memicu lonjakan harga energi di seluruh dunia.

Trump Desak Negara Pengimpor Minyak Ikut Bertindak

Trump menilai negara-negara yang sangat bergantung pada minyak dari kawasan Teluk, seperti China, Jepang, dan negara-negara Eropa, seharusnya ikut bertanggung jawab menjaga keamanan jalur tersebut.

Ia bahkan menyebut masa depan kerja sama keamanan Barat bisa dipertanyakan jika sekutu tidak ikut membantu menjaga jalur energi global tersebut.

Pemerintah AS juga mempertimbangkan pembentukan koalisi angkatan laut internasional yang bertugas mengawal kapal tanker minyak yang melintas di wilayah tersebut.

Iran Tolak Negosiasi dan Ancam Balasan

Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan mundur dari konflik yang sedang berlangsung. Pemerintah Iran menyatakan siap meningkatkan serangan balasan terhadap pihak yang dianggap terlibat dalam operasi militer terhadap negaranya.

Teheran juga menolak wacana negosiasi atau gencatan senjata dan menyatakan siap mempertahankan diri dalam konflik yang bisa berlangsung lama.

Dampak ke Pasar Energi Global

Ketegangan di kawasan Teluk membuat jalur pelayaran energi global menjadi tidak stabil. Penutupan atau gangguan di Selat Hormuz dapat langsung memengaruhi distribusi minyak dunia dan memicu lonjakan harga energi.

Sejumlah analis menilai konflik ini berpotensi memicu salah satu gangguan pasokan minyak terbesar dalam beberapa tahun terakhir, terutama jika serangan terhadap kapal tanker atau fasilitas energi terus berlanjut.

Situasi ini juga menjadi salah satu faktor yang mendorong harga minyak dunia melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Bursa Saham Global Terguncang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Banner TikTok