CampusNet – Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi mengizinkan mahasiswa menggunakan Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam mengerjakan tugas kuliah. Kebijakan ini ditegaskan melalui aturan resmi kampus yang tetap menekankan pentingnya integritas akademik sebagai batas utama penggunaan teknologi tersebut.
Langkah ini menjadikan Unpad sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi AI dalam dunia pendidikan tinggi.
AI Boleh Digunakan, Tapi Tidak Bebas Tanpa Aturan
Rektor Unpad menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi dunia akademik, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran jika digunakan secara bertanggung jawab.
Penggunaan AI diperbolehkan untuk membantu proses seperti:
- Mencari referensi awal
- Menyusun kerangka tulisan
- Membantu analisis data
- Mendukung proses brainstorming
Namun, mahasiswa tetap wajib mengolah hasil tersebut dengan pemikiran sendiri. Output AI tidak boleh langsung disalin tanpa proses kritis, karena hal itu tetap berpotensi melanggar etika akademik.
Diatur dalam Peraturan Rektor
Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Rektor Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif dalam Kegiatan Pembelajaran di Lingkungan Unpad.
Aturan tersebut menjadi landasan formal bagi dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi AI secara etis dan transparan. Kampus juga tengah menyiapkan pedoman teknis tambahan untuk memastikan penggunaan AI tetap selaras dengan standar akademik.
Literasi AI Jadi Fokus Kampus
Untuk mendukung implementasi kebijakan ini, Unpad juga menggelar pelatihan dan workshop AI bagi dosen serta pimpinan program studi. Mahasiswa pun didorong untuk memahami penggunaan AI secara bijak, bukan sekadar sebagai alat instan penyelesaian tugas.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Unpad tidak hanya memberi izin, tetapi juga membangun literasi digital dan tanggung jawab akademik di era transformasi teknologi.
AI di Dunia Kampus: Tantangan dan Peluang
Di tengah meningkatnya penggunaan AI seperti ChatGPT dan berbagai tools generatif lainnya, banyak kampus di dunia masih memperdebatkan batas penggunaannya. Unpad memilih pendekatan regulatif dan edukatif, bukan pelarangan total.
Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk adaptasi pendidikan tinggi terhadap perkembangan zaman, dengan tetap menjaga nilai dasar akademik: kejujuran, orisinalitas, dan integritas.
Baca juga: Unpad Buka Program PJJ untuk S2, Bisa Dicoba Pakai Beasiswa!


