2 Mahasiswa ITB Sabet Penghargaan Internasional Berkat Sarung Tangan Pengontrol Drone

CampusNet – Dunia teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak kembali diguncang oleh kreativitas anak muda Indonesia. Dua mahasiswa berprestasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional dalam sebuah kompetisi teknologi UAV bergengsi yang digelar di Singapura.

Bukan tanpa alasan, tim dari ITB ini berhasil memukau dewan juri global lewat inovasi mutakhir mereka: sistem kontrol drone (wahana nirawak) jarak jauh yang dikendalikan hanya menggunakan gerakan tangan melalui sarung tangan pintar (gesture-controlled smart glove).

Mengenal Inovasi Sarung Tangan Pengontrol Drone Karya ITB

Jika biasanya drone dioperasikan menggunakan remote control konvensional dengan stik analog yang kaku, kedua mahasiswa ITB ini menawarkan pendekatan baru yang jauh lebih intuitif dan futuristik.

Inovasi ini memanfaatkan integrasi sensor gerak kinetik dan orientasi yang disematkan ke dalam sebuah sarung tangan khusus. Saat pengguna menggerakkan tangan atau jari mereka, sensor tersebut menangkap sinyal kinetik, mengolah datanya dalam mikrokontroler, lalu mengirimkan perintah terbang secara real-time ke unit drone melalui jaringan nirkabel.

Keunggulan Teknologi Kontrol Berbasis Gestur Ini:

  • Navigasi Lebih Intuitif: Pengoperasian drone terasa lebih alami karena mengikuti arah gerakan tangan manusia secara langsung (misalnya, memiringkan tangan ke kanan untuk belok kanan).
  • Efisiensi Waktu Pelatihan: Mengurangi waktu belajar yang biasanya dibutuhkan bagi operator pemula untuk menguasai stik kendali konvensional yang rumit.
  • Potensi Implementasi Luas: Teknologi ini sangat potensial dikembangkan untuk misi penyelamatan (SAR) di area bencana, pemantauan pertanian pintar (smart agriculture), hingga kebutuhan industri militer dan pertahanan.

Perjalanan Meraih Prestasi Internasional di Singapura

Kompetisi UAV di Singapura ini diikuti oleh puluhan universitas dan institusi riset teknologi terbaik dari berbagai negara di dunia. Di tengah ketatnya persaingan, tim ITB dinilai unggul berkat orisinalitas ide, akurasi respons kendali sarung tangan, serta efektivitas biaya produksi komponen yang digunakan.

Keberhasilan dua mahasiswa ITB ini membuktikan bahwa riset dari laboratorium kampus Indonesia memiliki daya saing yang sangat tinggi dan mampu berbicara banyak di level regional maupun global pada tahun 2026 ini.

Dukungan Ekosistem Riset Kampus ITB

Pencapaian luar biasa ini tidak lepas dari ekosistem riset yang suportif di Institut Teknologi Bandung. Melalui bimbingan para dosen ahli dan fasilitas laboratorium yang memadai, ide kreatif mahasiswa mampu divalidasi secara ilmiah hingga menjadi produk purwarupa (prototype) siap uji.

Rektorat ITB menyampaikan apresiasi yang tinggi dan berharap inovasi sarung tangan pintar ini tidak berhenti di tahap kompetisi saja, melainkan dapat terus dikembangkan ke arah hilirisasi industri agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Kesimpulan

Prestasi dua mahasiswa ITB di kompetisi UAV Singapura merupakan suntikan motivasi besar bagi generasi muda Indonesia. Inovasi kontrol drone dengan sarung tangan ini menunjukkan bahwa batasan teknologi terus bergeser di tangan orang-orang yang kreatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *